Belum Selesai diserang Wabah Virus Corona, China Terancam Serangan Kawanan Belalang dari Afrika


via: news.okezone.com

Palingseru.com – Tahun 2020 ini bisa dibilang sebagai ‘kondisi darurat’ bagi beberapa negara di dunia atas ‘musibah’ yang menimpanya.

Sebut saja China yang belum lama ini diserang wabah virus corona atau Covid-19, yang telah menjangkiti 77.150 orang dan membuat 2.592 orang meninggal dunia.

Kemudian, serangan kawanan jutaan belalang yang melanda Afrika belum lama ini.

Jutaan belalang dilaporkan menyerbu lahan pertanian di Afrika Timur, seperti Ethiopia, Kenya dan Somalia.

Meski hanya berupa hewan, namun kawanan belalang itu dapat mengancam ketahanan pangan dan mata pencaharian jutaan orang, karena jutaan belalang itu merusak dan menghabiskan semua makanan yang ada.

Serangan jutaan belalang yang melanda beberapa negara Afrika ini pun disebut Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) sebagai wabah belalang paling parah dalam beberapa dekade.

Dan yang mengerikannya, penyebaran belalang gurun ini telah meluas ke beberapa negara lainnya, seperti Pakistan, India, Nepal, dan kini China akan menyusul masuk dalam daftar negara selanjutnya yang akan ‘disinggahi’ kawanan belalang tersebut.

Ini jelas menjadi ancaman paling menakutkan bagi penduduk China. Bagaimana tidak, di tengah melawan wabah virus corona, mereka kembali harus dihadapi dengan wabah belalang, yang pastinya akan membuat negara tersebut dalam kondisi krisis.

“Kemungkinan belalang memasuki China pada Juni atau Juli akan meningkat tajam,” kata Zhang Zehua, seorang peneliti dari Institut Perlindungan Pertumbuhan dari Akademi Ilmu Pengetahuan Pertanian China.

Adapun beberapa daerah yang terancam terpengaruh wabah belalang gurun, yakni Provinsi Yunnan dan Sichuan, serta daerah otonom Guangxi Zhuang, melansir news.okezone.com.

Atas kemungkinan terjadinya wabah belalang, Zhang mengatakan bahwa otoritas China telah mempersiapkan pertahanan akan kondisi itu.

“Sistem pencegahan dan perawatan belalang kami saat ini mampu mengendalikan kemungkinan invasi ke China. Tetapi pemantauan waktu nyata, obat-obatan yang memadai dan peralatan aplikasi pestisida serta staf terlatih dan koordinasi lintas wilayah oleh pemerintah pusat harus ditempatkan terlebih dulu,” ungkapnya.

More From: Berita Menarik