18 Januari 1991: Dua Kota Israel Diserang Rudal Irak


Pada 22 tahun yang lalu, Perang Teluk I yang melibatkan Irak dengan pasukan Koalisi Internasional pimpinan AS di Kuwait turut mengkhawatirkan Israel. Tidak disangka, Irak berhasil menembakkan rudal-rudal Scud ke dua kota Israel walau jarak kedua negara tergolong jauh.

Menurut stasiun berita BBC, kota terbesar Israel, yaitu Tel Aviv, dan kota pelabuhan Haifa menjadi target penembakan rudal Irak. Serangan berlangsung pada pukul 3 dini hari waktu setempat, saat banyak warga Israel masih tidur.

Laporan dari Tel Aviv mengungkapkan bahwa saat itu bunyi sirine peringatan meraung-meraung ke penjuru kota. Beberapa menit kemudian, delapan rudal meluncur dari Irak dan meledak.

Para warga setempat, yang sebelumnya sudah berlatih menghadapi ancaman rudal, langsung mengenakan masker gas dan kostum khusus. Ini untuk mengantisipasi bila rudal-rudal Irak itu membawa senjata kimia, seperti yang dikhawatirkan pemerintah Israel. Kekhawatiran itu tidak terbukti.

Tidak ada satu pun warga yang tewas dan hanya beberapa yang cedera. Namun itu kali pertama kota-kota utama Israel dihantam rudal dari Irak dalam sejarah konflik di Timur Tengah.

Serangan rudal Irak itu membuat pemerintah Israel menggelar rapat darurat untuk memutuskan apakah segera melancarkan serangan balasan. Namun Israel menyerahkan aksi balasan kepada pasukan koalisi yang dipimpin sekutu terdekatnya, AS.

Pasukan koalisi akhirnya bisa mengusir mundur Irak, yang beberapa bulan menduduki Kuwait. Invasi langsung atas Irak baru berlangsung pada 2003 dalam Perang Teluk II. Dalam invasi itu, pasukan koalisi yang juga digalang AS menjatuhkan rezim Saddam Hussein, yang akhirnya dieksekusi mati pada Desember 2006. Setahun sebelumnya, pemerintahan baru Irak dibentuk.

More From: Hari Ini