Kisah Pak Iskandar Tanam Buah Alpukat, Sekali Panen Bisa Untuk Naik Haji dan Beli Mobil Baru


via: kompas.com/ Iskandar

Palingseru.com – Memang benar, bahwa usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil. Muhammad Iskandar juga telah membuktikannya sendiri.

Usahanya dalam membudi daya buah alpukat sejak beberapa tahun terakhir kini membuahkan hasil manis.

Alpukat Markus Aligator, perpaduan antara bibit dari Thailand dengan alpukat lokal daerah asalnya (Blitar), tumbuh sempurna dengan berat hingga mencapai 2,2 kilogram per buahnya.

“Bibitnya pemberian teman ayah, yang pulang dari Thailand. Kemudian saya stek sendiri dengan alpukat lokal. Hasilnya mengejutkan seperti ini,” tutur Iskandar, ditemui di kebunnya, Rabu (11/3).

Panen perdana alpukat raksasa itu sendiri terjadi pada tahun 2019.

Namun siapa menyangka, dari hasil panen pertama itu, Iskandar sudah bisa mendaftar haji bersama istrinya dan membeli mobil Honda Jazz.

Seperti dilansir Kompas.com, alpukat aligator dihargai Rp 30.000 per kilonya. Sementara dalam satu pohon, rata-rata berbuah sebanyak 100 biji, dengan estimasi rata-rata per biji seberat 2 kilogram. Jumlah pohon yang dimiliki Iskandar ada 60 pohon, dan 5.000 pohon berumur 2 tahun.

Hanya saja, masa panen alpukat aligator agak lebih lama dari alpukat lokal, yakni sampai empat bahkan tujun bulan.

“Menunggu sedikit lebih lama, namun hasilnya memuaskan. Sebab, buah yang paling kecil saja beratnya 1,8 kg dan yang terbesar berkisar 2,2 kg atau sebesar kepala bayi. Jadi, mau makan kita itu cukup makan satu buah saja, bisa tak habis,” ujarnya.

Tidak hanya besar, Iskandar mengklaim bahwa buah alpukatnya juga memiliki daging tebal serta rasanya yang pulen dan legit.

“Kalau sudah merasakan, pasti ketagihan karena rasa legitnya itu yang menggoda lidah kita,” ucap dia.

Karenanya, buah alpukatnya banyak diminati dan selalu diburu orang-orang dari berbagai luar kota. Bahkan bibit alpukat juga turut menjadi serbuan para pemesan dari Palembang, Penajam (Kaltim), dll.

“Rata-rata sebulan permintaan ke Kaltim saja sekitar 5.000 bibit. Belum lagi, permintaan ke daerah lainnya, sehingga kami sering kehabisan stok,” ungkap Iskandar.

Namun yang terpenting bagi Iskandar, usaha yang dikembangkannya saat ini punya prospek ke depan serta dapat membantu perekonomian warga desanya.

“Setelah dipotong ongkos karyawan (punya 15 karyawan), masih untung lah. Yang penting, kami bisa memberikan pekerjaan buat para tetangga,” ucapnya.

More From: Berita Menarik