Imam Masjid di Klaten Ini Meninggal Dunia saat Shalat Jumat Masih Berlangsung


Seorang khatib dan imam shalat Jumat Agus Salim (56) meninggal dunia di Masjid Al-Ikhlas yang terletak Dukuh Kaibon, Desa Delanggu, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Jumat (20/3/2020). - TribunSolo.com/Istimewa
Seorang khatib dan imam shalat Jumat Agus Salim (56) meninggal dunia di Masjid Al-Ikhlas yang terletak Dukuh Kaibon, Desa Delanggu, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Jumat (20/3/2020). - TribunSolo.com/Istimewa

Palingseru.com –  Seorang khatib dan imam shalat Jumat di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah (Jateng) menghembuskan nafas terakhirnya di tengah-tengah berlangsungnya shalat, Jum’at (20/3/2020).

Khatib tersebut bernama Agus Salim (56), warga Desa Sribitan, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten.

Dia meninggal di Masjid Al-Ikhlas yang terletak Dukuh Kaibon, Desa Delanggu, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten.

etiap Jum’at Legi, ia mendapatkan tugas memberikan tausiah Jumat di dukuh tersebut.

Menurut Kepala Desa Sribit, Alibi, korban meninggal dunia selesai khatbah dan dilanjutkan dengan shalat.

“Agus merasakan kurang enak badan, lalu ia meminta orang lain yang menjadi imamnya,” ungkapnya.

Setelah imam diganti ia melanjutkan salatnya bersama jemaah lain.

Saat di tengah pelaksanaan salat, tiba-tiba tubuhnya ambruk dan jatuh di pangkuan jemaah di sebelahnya.

Sontak setelah pelaksanaan shalat, membuat puluhan jemaah geger mendapati khatib-nya sudah di pangkuan jemaah lainnya di sebelahnya.

“Lalu dengan respon jamaah segera membawa keluar untuk dilarikan di rumah sakit,” jelas Alibi.

Namun sebelum dilarikan rumah sakit, nyawanya tak tertolong.

“Setelah dicek detak jantungnya, detak jantungnya berhenti,” aku dia

Alibi menjelaskan penyebab kematian korban karena serangan jantung, meskipun selama ini tidak ada riwayat.

“Agus Salim meninggal itu karena serangan jantung mendadak,” kata Alibi.

Alibi mengaku kaget karena korban tidak punya riwayat penyakit

“Saya kaget tiba-tiba mendapatkan kabar dia meninggal, padahal dia tidak ada laporan riwayat penyakit sebelumnya,” ungkap Alibi.

Alibi mengatakan kehidupannya dan keluarga bergantung pada indekos miliknya.

“Saat ini, penghasilannya hanya bergantung dari uang sewa indekos miliknya,” ujarnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, korban dikenal suka menulis dan aktivis keagamaan.

“Ia dikenal suka menulis dan sering bolak-balik kampung jadi khotib dan Imam,” katanya

“Awalnya Agus Salim setiap Jum’at Kliwon, tapi pindah Legi dan selalu mendapat giliran memimpin imam dan khotib di masjid,” aku dia.

Korban meninggalkan seorang Isteri dan 5 orang anak.

Sumber: TribunSolo

More From: Berita Menarik