Selama Masih Ada Wabah Corona, OJK Minta Bank Beri Penangguhan Pembayaran Cicilan Kredit


via: kompas.com/Sekar Putih Djarot (Kiri).

Palingseru.com – Sejak terdeteksi positif terjangkit virus corona pada 2 Maret 2020 lalu, pemerintah Indonesia memang tidak melakukan lockdown nasional, seperti yang dilakukan negara lain yang terpapar virus mematikan tersebut.

Hal ini jelas berdasarkan berbagai pertimbangan, terutama dari sisi perekonomian Indonesia yang masih melemah. Bahkan baru diterapkan sistem work from home (WFH) serta social distancing, masyarakat sudah merasakan efeknya. Dimana mulai kehilangan pendapatan.

Inilah yang menjadi perhatian khusus juru bicara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sekar Putih Djarot.

Sekar meminta pengertian pihak perbankan maupun lembaga keuangan untuk memberikan ruang kepada masyarakat dalam menjaga daya belinya, dengan menunda sementara penagihan cicilan.

“Karena hal ini penting untuk menggerekan roda perekonomian,” ucapnya.

OJK bahkan juga meminta sektor perbankan untuk memberikan stimulus kepada debitur terdampak penyebaran virus Corona.

Tindakan ini turut diperkuat dengan peluncuran aturan baru dalam Peraturan OJK Nomor 11/POJK.3/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional sebagai Kebijakan Countercylical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease 2019, melansir merdeka.com.

Aturan yang telah diundangkan tersebut akan diberlakukan mulai 16 Maret 2020 hingga 31 Maret 2021.

Namun, menurut Sekar, mekanisme penerapan selanjutnya diserahkan kembali kepada masing-masing bank, menyesuaikan kapasitas debitur.

More From: Berita Menarik