Ditemukan 160 Ton Gula Pasir Menumpuk di Gudang Distributor di Tengah Kelangkaan Gula Pasir di Pasaran


via: tribunnews.com

Palingseru.com – Akibat virus corona, beberapa barang dan kebutuhan di Indonesia kini menjadi langka dan mahal. Sebelumnya masker dan hand sanitizer. Maka baru-baru ini giliran kebutuhan pokok, seperti gula pasir.

Harga per kilo untuk gula pasir kini mengalami kenaikan mencapai 28,57 persen, dengan harga sebelumnya Rp 12.500 menjadi Rp 17.500. Bahkan di luar wilayah Pulau Jawa, harga per kilogram gula pasir mencapai Rp 18.000 – Rp 20.000.

Mengenai pelonjakan harga gula, dugaan penimbunan gula jadi penyebab kelangkaan. Hal ini terbukti adanya oleh Satgas Pangan Kota Tasikmalaya yang sebelumnya menggelar operasi pada Sabtu (21/3/2020) siang.

Dalam operasi tersebut, ditemukan ratusan ton gula pasir yang dikemas dalam karung dan eceran menumpuk di sebuah gudang distributor bahan makanan di Jalan By Pass Ir H Djuanda, Kecamatan Mangkubumi, melansir TribunJabar.id.

“Seperti kita ketahui bersama gula pasir saat ini kan langka. Bahkan harganya melebihi HET (harga eceran tertinggi). Tapi di gudang ini ternyata menumpuk sampai 160 ton,” kata Kepala Dinas KUMKM Perindag Kota Tasikmalaya, HM Firmansyah.

Meski begitu, Firmansyah mengatakan bahwa dirinya belum bisa memastikan apakah keberadaan 160 ton gula pasir itu sebagai aksi penimbunan, karena ini sudah masuk ranah petugas kepolisian.

Namun dirinya telah tegas mengeluarkan imbauan kepada pihak distributor untuk segera mendistribusikan ke pasar-pasar agar stok dan harga kembali normal.

“Saya mengimbau para distributor kebutuhan pokok tidak memanfaatkan situasi saat ini dimana sedang mewabah virus corona yang berdampak pada berkurangnya impor bahan makanan. Kalau masih saja bisa dipidana,” tegasnya.

More From: Berita Menarik