Uang Sewa Ojek Rp 50 Ribu Jadi Pemicu Bentrok Antara TNI dan Polri Hingga Tiga Orang Tewas


via: tribunnews.com

Palingseru.com – Hanya karena permasalahan uang yang tidak seberapa besarnya, nyawa tiga anggota Polisi justru melayang. Inilah peristiwa yang sedang menggegerkan warga Distrik Mambero Tengah, Kabupaten Raya, Papua.

Peristiwa bentrokan antara anggota TNI dan Polri di Jalan Pemda I Kampung Kasonaweja, Minggu (12/4/2020) lalu ini telah merenggut nyawa tiga anggota Polri. Mereka ialah Briptu Marselino Rumaikewi, Bripda Yosias, dan satu anggota Polri lain yang belum teridentifikasi.

Padahal, pemicu bentrokan yang berujung kematian tiga oknum polisi itu terbilang sepele, dapat diselesaikan secara baik-baik.

Seperti dikutip TribunSumsel.com, ihwal kejadiannya ketika Bripda Petrus Douw menyewa sepeda motor milik tukang ojek bernama Rahman Sakai pada Jumat (10/4/2020), dengan tarif Rp 50.000 per jam. Namun saat memulangkan sepeda motor, Bripda Petrus tercatat sudah menggunakan sepeda motor selama tiga jam, tetapi hanya membayar uang sewa Rp 50.000, dari yang seharusnya Rp 150.000.

Rahman sontak protes dan meminta bayaran sesuai kesepakatan. Tapi Bripda Petrus menolaknya, sehingga memicu pertengkaran mulut.

Di tengah keributan itu, rekan seprofesi Rahman melihat dan langsung menghubungi anggota Satgas Yonif 755 untuk melaporkan kejadian tersebut. Oleh anggota Satgas Yonif 755, Bripda Petrus diberi pelajaran. Sedikitnya, sepuluh personel mengeroyok Bripda Petrus.

Peristiwa pengeroyokan ini kemudian sampai ke telinga Kapolres Mamberamo Raya AKBP Alexander Louw, dan akhirnya masalah diselesaikan.

Akan tetapi, dari sisi anggota Polres Mamberamo Raya masih belum terima. Mereka yang berjumlahkan 20 personel secara diam-diam mendatangi Pospam Satgas 755, berniat untuk menyelesaikan masalah.

Namun naas, kedatangan mereka berujung petaka. Oknum TNI di sana mengambil senjata dan mengejar sambil menembaki mereka, hingga mengenai lima anggota polisi.

Tiga orang meninggal dunia, sedangkan dua orang lainnya masih dirawat rumah sakit setempat.

“Saat ini pihak Kodam XVII/Cenderawasih dan Polda Papua sedang menurunkan Tim Gabungan untuk melakukan penyelidikan di TKP dalam rangka mendapatkan keterangan, fakta-fakta kronologis yang sebenarnya. Atas kejadian tersebut mengakibatkan kedua (sekarang tiga) anggota Polres Mamberamo Raya meninggal dunia,” kata Kepala Penerangan Korem XVII Cenderawasih, Kolonel CPL Eko Daryanto.

More From: Berita Menarik