Saat Wabah Corona Ibadah Haji 2020 Dibatalkan, Ternyata Pernah 40 Kali Ditiadakan dengan Beragam Alasan


via: tribunnews.com

Palingseru.com – Umat muslim di dunia, termasuk di Indonesia kini harus menerima kenyataan pahit atas pembatalan pemberangkan jemaah haji akibat pandemi virus corona atau Covid-19 yang masih merajalela hingga kini.

Ya, demi keamanan dan keselamatan, kegiatan ibadah haji 2020 untuk seluruh jamaah di dunia ditiadakan atau dibatalkan.

“Berdasarkan kenyataan tersebut, pemerintah memutuskan untuk tidak memberangkatkan jemaah haji pada tahun 2020 atau tahun 1441 Hijriah ini,” ucap Menteri Agama, Fachrul Razi.

“Jadi tahun ini tidak ada pemberangkatan haji dari Indonesia bagi seluruh warga Indonesia,” timpalnya.

Atas pembatalan ini, Fachrul Razi menuturkan, bukan hanya para jemaah yang dibuat kecewa, namun juga pemerintah karena pemerintah sudah berupaya untuk menyiapkan penyelenggaraan haji.

Namun, setelah melalui kajian yang mendalam dari berbagai aspek, pemerintah meyakini bahwa pembatalan pemberangkatan ibadah haji tahun ini merupakan keputusan yang terbaik.

“Keputusan yang pahit ini kita yakini yang paling tepat dan paling maslahat bagi jemaah dan petugas kita semua,” tegas Purnawirawan Jenderal TNI tersebut.

Pembatalan ibadah haji sebanyak 40 kali

Dalam sepanjang sejarah, pembatalan ibadah haji di tahun 2020 ini bukanlah kali pertama. Sebelumnya, sudah sering dilakukan pembatalan bahkan terhitung sudah ada 40 kali.

Ada beragam alasan tapi rata-rata, penyebabnya karena wabah penyakit menular, seperti yang sedang kita hadapi saat ini.

Seperti dilansir Tribunnewswiki.com, pembatalan ibadah haji pertama berlangsung pada tahun 1814, dimana ketika itu kerajaan Arab Saudi dilanda wabah thaun. Kemudian tahun 1831, ada wabah dari India yang dicurigai adalah kolera dan bertepatan dengan pelaksanaan ibadah haji.

Lalu, di tahun 1987 terjadi wabah meningitis, dan penyebaran wabah ini menginfeksi sedikitnya 10.000 peserta haji.

Karena inilah, pihak Arab Saudi memilih untuk mentiadakan kegiatan ibadah haji, guna meminimalisir angka penularan virus Covid-19.

More From: Berita Menarik