Tak Terima Diteriaki Maling Gara-gara Bansos, Ketua RT Tega Tampar Nenek 70 Tahun


via: tribunnews.com

Palingseru.com – Nyatanya, bukan hanya masalah akurasi data penerima bantuan sosial (bansos), masalah lain yang melibatkan fisik pada penyaluran bansos bagi warga terdampak pandemi Covid-19 juga ikut mewarnai.

Seperti peristiwa yang terjadi di Kampung Harapan, Desa Sukamaju, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Seorang nenek 70 tahun menjadi korban kekerasan seorang penyalur bansos yakni ketua RT.

Insiden yang menimpa nenek Arni itu bermula ketika dirinya mengetahui adanya pemotongan bansos dari Asep Supriyadi, ketua RT.

Dari bansos beras yang seharusnya 30 kilogram, hanya setengahnya yang diberikan kepada nenek Arni.

“Awalnya sih tentang bansos beras yang dari bupati, per 30 kg tapi cuman dikasihnya 1 karung (15 kg), dipotong setengahnya. Emang sih yang dapat bukan ibu saya tapi anak (adik saya) tinggal masih satu rumah satu KK,” ungkap anak nenek Arni, Naih (48), dilansir Tribunnews.com.

“Kalau memang untuk pemerataan (bansos) mungkin kebijakan RT-nya cuman harus konfirmasi dulu. Jadi yang dipotong bansos itu punya keluarga saya ya wajarlah pasti teriak. Intinya dia (nenek Arni) menuntut kenapa yang lain tidak dipotong dan alasannya kenapa dikasih uang,” lanjut Naih.

Karena itu, nenek Arni mendatangi ketua RT yang sedang berada di balai desa, dan meneriakinya ‘maling’.

“Arni dengan nada emosi menyebut dan menuduh Asep dengan sebutan maling karena disebut maling di depan banyak orang kemudian Asep mendorong pipi Arni sampai terjatuh,” terang Kapolsek Cibungbulang Polres Bogor, Kompol Ade Yusuf.

More From: Berita Menarik