Tak Bisa Mangkal, Cara PSK Jingga Agar Tetap dapat Pria Hidung Belang saat Corona


via: suara.com/Jingga, PSK di Tanah Abang, Jakarta Pusat, yang tetap melayani pelanggan di tengah wabah corona

Palingseru.com – Seperti diketahui, sejak virus corona mewabah di Indonesia, gerak langkah masyarakat untuk mencari sesuap nasi jadi terhambat dengan adanya penerapan sistem lockdown lokal dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Hal ini pun turut berlaku dalam dunia lendir, pekerja seks komersial (PSK). Risiko tertular menjadi salah satu faktornya.

Namun hal itu tidak menyurutkan langkah PSK bernama Jingga (nama samaran). Meski corona merajalela, dia tetap melayani para pria hidung belang yang haus bercinta.

Demi keamanan, Jingga selalu melakukan sesi bercinta dengan pelanggannya di kamar hotel langganannya, hotel melati yang terletak di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Kamar tersebut memiliki tarif murah, namun memiliki beberapa fasilitas seperti AC dan kamar mandi.

Untuk tiba di hotel tersebut, Jingga selalu berjalan kaki dari rumah kontrakannya yang berada di kawasan Karet, Jakarta Pusat.

Jingga tinggal di Ibu Kota bersama kakaknya. Sedangkan dua anaknya tinggal di kampung halaman, Ngawi, Jawa Timur.

Dalam praktiknya, Jingga memulai obrolan dan pesanan melalui aplikasi MiChat. Setelah terjadi kesepakatan, Jingga akan datang ke hotel melati.

Namun sebelum meluncur ke lokasi, Jingga biasanya terlebih dahulu menghubungi staf hotel, untuk memastikan kebenaran pelanggannya. Jika staf hotel mengiyakan kehadiran pelanggan sesuai ciri-ciri yang disebutnya, barulah dia datang ke lokasi.

Sebab, diakuinya, banyak pelanggan yang ujung-ujungnya menghilang atau menipu.

“Saya telepon pegawai sini, ‘Mas di lobi ada orang nunggu gak’ saya tanya gitu. Ciri-ciri juga sudah kasih tahu. ‘Oh gak ada’, kalau jawaban pegawai gak ada orang nunggu, berarti orang yang ingin menggunakan jasa saya itu bohong. Kalau memang ada yang sudah nunggu, saya baru jalan dari kontrakan,” terang dia saat diwawancara, dikutip dari suara.com.

“Bayangin coba kalau aku masih di kontrakan, terus datang ke hotel tapi pelanggannya gak ada. Gimana coba? Kan kasian kan orang-orang kaya kami,” tuturnya.

Sedangkan untuk tarif, Jingga memasang harga Rp 500 ribu untuk dua kali permainan. Namun, harga tersebut masih bisa ditawar, sepanjang hal itu masuk akal bagi Jingga.

More From: Berita Menarik