Demi Temani Anaknya Yang Positif Corona, Ibu ini Rela Tinggal di Pusat Karantina Covid 19


via: kompas.com/SR menemani anaknya, KPA yang positif Covid-19 di pusat karantina Rusunawa IAIN Tulungagung

Palingseru.com – Demi buah hatinya, seorang ibu rela mengesampingkan rasa cemasnya akan tertular Covid-19 di tengah pusat karantina.

Dialah SR, seorang ibu 40 tahun di Tulungagung.

Sudah beberapa hari ia menghabiskan waktunya di pusat karantina Rusunawa IAIN Tulungagung, untuk menemani putri kecilnya, KPA (7 tahun) yang dinyatakan positif Covid-19.

Padahal, jauh dari lubuk hatinya, ada rasa takut yang menghantui mengenai risiko tertularnya virus corona karena tinggal bercampur dengan pasien positif lain.

“Mau tidak mau saya harus di sini, kasihan Nduk (panggilan anak perempuan) tidak ada yang merawat,” ucapnya.

Melansir Kompas.com, terdeteksinya virus di tubuh KPA bermula ketika pabrik rokok di tempat kerja kakak sulungnya mengkonfirmasi ada salah satu pegawai positif Covid-19. Hal ini membuat kakaknya menjalani rapid test, dan hasilnya dinyatakan reaktif.

Pada 2 Juni 2020, seluruh anggota keluarga juga diminta untuk tes swab sembari menjalani karantina mandiri.

Dari situ, terkonfirmasi bahwa KPA positif Covid-19. Sementara kakaknya dan anggota keluarga lain dinyatakan negatif Covid-19.

Karena inilah, KPA harus diisolasi di pusat karantina.

“Kalau karantina di rumah, khawatirnya anggota keluarga lain malah tertular. Terpaksa saya ikut serta ke tempat karantina,” kata SR.

Di awal-awal menempati pusat karantina, diakui SR, putrinya kerap meminta pulang. Namun setelah diberi pemahaman secara perlahan, KPA pun mulai mengerti dengan kondisi yang menimpanya.

“Dia sudah tahu dirinya terinfeksi virus corona,” tutur SR.

Untuk mengusir rasa bosan sang anak, SR pun mengakalinya dengan meminjamkan ponsel serta mengajak keliling kawasan karantina dengan menggunakan sepeda yang dibawa dari rumah.

More From: Berita Menarik