Remaja Yatim Piatu ini Hidup Sendiri dan Harus Tidur di Masjid Karena Rumahnya Tak Layak Huni


via: newsdetik.com

Palingseru.com – Nasib tiap orang memang lah berbeda-beda. Ada yang di usia mudanya hidup berkecukupan dengan orangtua yang masih lengkap, namun ada pula yang sebaliknya, seperti apa dialami Nurhadi.

Di usianya yang baru menginjak 19 tahun, Nurhadi sudah harus hidup seorang diri karena kedua orangtuanya telah meninggal dunia.

Sebagai seorang anak yatim piatu yang masih muda, hidup Nurhadi pun luntang-lantung. Dia beberapa kali berpindah tempat dan diasuh oleh kerabat dan saudaranya yang lain. Tapi kini, dia kembali memutuskan untuk pulang ke kampung halaman di Dusun Nguri, Desa Sukoharjo, Kecamaan Bandung Tulungagung, seperti dilansir newsdetik.com.

Namun malang, rumah peninggalan orangtuanya yang akan ditempatinya ternyata sudah tidak layak ditempati lagi. Dimana hanya tersisa kerangka kayu dan atap, sedangkan dinding rumah sudah tidak ada.

Karena ini, Nurhadi terpaksa tinggal sementara di salah satu ruang madrasah yang berada di masjid setempat.

via: newsdetik.com/Kondisi rumah Nurhadi yang tinggal kerangka kayu dan atap

“Dulu tinggal bersama kakak dan pakdenya, karena sudah tidak kerasan, akhirnya pulang ke sini. Namun karena kondisi rumahnya sudah rusak, untuk sementara tinggal di masjid sambil mendapat bimbingan agama dan akhlaknya dari tokoh masyarakat,” kata Kepala Desa Sukoharjo, Supeni Proboraras.

Tak tega melihat kenyataan pahit yang harus dijalani Nurhadi, warga sekitar dan juga pemerintah desa bergotong royong memberikan bantuan kepadanya. Bukan hanya bantuan BLT Dana Desa, zakat maupun donasi, tapi juga bedah rumah.

Hanya saja, pelaksanaan pembangunan rumah bagi Nurhadi masih terkendala anggaran.

“Karena Nurhadi ini kembali ke Sukoharjo baru bulan April lalu, sedangkan APBDes sudah disahkan. Sehingga kami berencana untuk membangunkan rumah pada anggaran 2021,” tutur Supeni.

“Namun ternyata masyarakat memiliki jiwa gotong royong yang tinggi dan menggalang donasi agar bisa membangunkan rumah secepatnya,” sambungnya.

Jika rumah hasil donasi penggalangan dana sudah terlaksana, Supeni mengatakan, pihaknya akan menberikan bantuan lain berupa hewan ternak agar Nurhadi bisa mendapatkan penghasilan.

More From: Berita Menarik