Ditemukan di Kediri, Sumur Kuno ini Diduga Peninggalan dari Kerajaan Majapahit


via: newsdetik.com

Palingseru.com – Indonesia memang dikenal sebagai negara kaya. Bukan hanya kaya akan sumber daya, keanekaragaman hayati di laut, serta keberagaman, baik keragaman suku, etnis, budaya, agama dan kearifan lokal. Namun juga dari sisi peninggalan benda dan tempat kuno peninggalan kerajaan jaman dahulu.

Sebut saja peninggalan bersejarah berupa candi. Tapi nyatanya, masih banyak peninggalan sejarah dari peradaban jaman dahulu yang belum masuk dalam daftar, karena masih tersembunyi.

Seperti penemuan sumur kuno baru-baru ini. Berlokasi di Dusun Besuk, Desa Toyoresmi, Kabupaten Kediri, ditemukan tiga sumur kuno yang dipercaya sebagai peninggalan era Kerajaan Majapahit pada abad 12 hingga 15.

Hal ini melihat dari temuan tulang belulang hewan di dasar air, potongan-potongan gerabah serta serpihan emas yang diduga ‘terdeposit’.

Di samping itu juga bahan baku sumur yang terbuat dari tanah liat yang menyerupai tembikar.

Sumur kuno ini sendiri ditemukan pertama kali oleh para pemancing, yang merasa penasaran dengan adanya sumber mata air di pinggir aliran sungai desa setempat.

“Jadi awalnya warga sedang mencari ikan di sungai, lalu tiba-tiba menemukan adanya sumber air yang menyembul ke permukaan air sungai. Karena penasaran kami melakukan penggalian. Ternyata di dalam sumur ada sejumlah potongan tulang, gerabah dan seperti serpihan emas,” jelas Eko Budi, salah satu penemu sumur, dilansir newsdetik.com.

Mengenai kebenaran sumur kuno kerajaan Majapahit, Kasi Museum dan Purbakala, Eko Priatno mengiyakannya.

Menurutnya, temuan sumur kuno itu sangat berdekatan dengan situs-situs di Kabupaten Kediri lainnya, seperti situs Sebanen, Totok Kerot, dan Semen.

“Ini merupakan benda era Majapahit di abad 12 hingga 15 benda tersebut merupakan tempat penyimpanan air atau disebut jombong sumur. Sumur berdiamater 70 cm yang dibuat dari tembikar atau tanah liat yang dibakar untuk mengantisipasi jika air sungai mengering di musim kemarau. Temuan sumur-sumur tersebut membuktikan adanya pemukiman di jaman kuno di desa tersebut,” ungkap Eko.

More From: Berita Menarik