Remaja ini Malah Dikeroyok dan Dipukuli Gara Gara Hanya Ingatkan Kelompok Gowes Agar Beri Jalan


via: tribunnews.com

Palingseru.com – Aktivitas bersepeda atau yang dikenal istilah ‘gowes’ kini tengah jadi trend di sejumlah wilayah Indonesia.

Pesepeda yang didominan anak muda, berbondong-bondong gowes di jalanan raya, baik di pagi hari ataupun sore hari.

Maraknya kegiatan bersepeda seperti ini jelas membawa kabar bahagia tersendiri, karena akhirnya masyarakat sudah perduli terhadap kesehatan dengan giat melakukan olahraga.

Namun di sisi lain, aktivitas ini justru menambah kemacetan.

Para pesepeda menguasai jalan dengan beriringan, hingga membuat para pengendara khususnya sepeda motor kesulitan mengakses jalan.

Bahkan baru-baru ini seorang pengendara motor menjadi korbannya.

Bukan karena kecelakaan, melainkan akibat penganiayaan para pesepeda di Jalan Mayjen Sungkono, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.

Korban, Mf (18), warga Desa Sebani, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo, saat itu berhenti di pertigaan tepatnya di samping sekolah SMK Raden Patah.

Di belakang, korban disusul oleh rombongan gowes sepeda ontel.

“Korban berkata minggir bos dan melanjutkan perjalanan menuju ke sekolahnya,” ungkap Kapolsek Magersari, Kompol M. Sulkan.

Tak disangka, para pesepeda itu tersinggung dengan perkataan korban, lalu menganiayanya.

Dari rekaman CCTV, terlihat tiga orang pesepeda yang menghampiri korban dan mengeroyoknya. Kemudian, muncul kembali seorang pesepeda bertubuh kekar, dan langsung menendang tubuh korban dari belakang.

Pemukulan terus berlanjut meski warga setempat dan pengguna jalan berupaya melerainya. Penganiayaan baru berhenti saat Tentara datang ke lokasi, seperti dilansir TribunSolo.com.

Korban mendapatkan banyak luka akibat penganiayaan itu, sehingga berupaya menempuh jalur hukum.

“Kami masih memeriksa saksi sekaligus rekaman kamera CCTV terkait kasus penganiayaan yang melibatkan rombongan pesepeda,” Kapolsek menjelaskan.

More From: Berita Menarik