Pria Lansia Berkebutuhan Khusus ini Harus Tinggal Seorang Diri di Gubuk Reot yang Berada di Tengah Sawah


via: today.line.me

Palingseru.com – Sawah merupakan salah satu spot favorit bagi banyak orang, karena pemandangan asrinya yang dipenuhi warna hijau. Tidak heran, bila hamparan sawah hijau ini dijadikan sebagai konsep open space oleh pemilik restoran atau tempat makan lesehan.

Namun beda ceritanya yang berikut ini, Suminta, kakek lansia di Serang, Banten ini memutuskan tinggal di tengah sawah bukan karena terpesona dengan pemandangan hijau dari sawah, melainkan tak memiliki pilihan lain.

Rumah yang ditempatinya itu bahkan hasil swadaya warga yang iba melihat kondisi Suminta, dilansir today.line.me.

Sehingga tak heran, jika kondisi rumahnya yang berada di Kampung Pasar Sore Desa Kosambi Ronyok, Kecamatan Anyer hanya seadanya, dimana berdinding bilik bambu, beratap genteng, dan berlantai semen, tanpa sekatan ruangan satu dan ruang lain.

Ya, rumah yang lebih mirip gubuk itu hanya terdapat suatu ruangan untuk Suminta beristirahat. Dan alas tidurnya pun jangan ditanya lagi, hanya sebuah alas tikar dan sebuah bantal lusuh tipis.

“(Rumah ini) tanahnya juga numpang ke tanah orang. Ngebangun dapet gotong royong,” tutur Suminta.

Hal menyedihkan lain, tangan dan kaki bagian kiri Suminta sudah cacat sejak lahir. Kondisi ini membuat dia tidak bisa bekerja keras. Namun karena harus memenuhi kebutuhan hidup, Suminta mengumpulkan pasir dari sekitar rumahnya, yang nantinya akan dijual ke orang lain dengan harga Rp 120 ribu.

Dari uang penjualan itulah, Suminta bisa menyambung hidupnya seorang diri. Jika belum berhasil menjual pasir, pria single ini hanya bisa menunggu uluran tangan dari tetangga di sekitar rumahnya.

“Kalau makan minum mah ada aja milik mah, kalau kerja ngumpulin pasir, kerja berat enggak bisa. Kerjanya paling ngumpulin pasir, dikumpulin dikit sedikit pake ember, semobil harganya Rp 120 ribu,” ucapnya.

More From: Berita Menarik