Pelajar SMA ini Sempat Dikucilkan Saat Rawat Dua Adiknya Gara Gara Ibunya Positif Corona


via: newsdetik.com

Palingseru.com – Sungguh malang! Apa yang dialami remaja laki-laki 17 tahun bernama Vani ini seperti peribahasa ‘sudah jatuh tertimpa tangga’.

Ya, setelah dihadapi kenyataan pahit atas kondisi sang ibu, Zulfadli Mursidah (37) yang terpapar Covid-19. Vani juga harus menghadapi tekanan mental dari lingkungan sekitar tempat tinggalnya, di Desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang.

Padahal, Vani membutuhkan semangat dan dukungan dari warga sekitar. Namun lagi-lagi mengingat bahwa virus corona dianggap sebagai aib oleh sebagian masyarakat Indonesia.

Dilansir newsdetik.com, sudah satu bulan lebih Vani merawat dua adiknya yang berumur 12 tahun dan 10 tahun sejak sang ibu diisolasi di rumah sakit. Dan sang ibu hanya membekalinya uang sekitar Rp 500.000, karena sosok pencari nafkah hanya ibunya seorang, karena ayah Vani meninggal dunia sekitar 8 bulan yang lalu.

Dengan uang segitu, Vani pun sempat dibuat pusing tujuh keliling, mengatur segala pengeluaran kebutuhan dia dan adik-adiknya.

Untuk menyiasatinya, Vani lantas memutuskan berjualan pizza secara online.

“Saya jualan pizza yang saya buat sendiri dibantu adik saya. Hasilnya salah satunya untuk membeli token listrik,” kata Vani.

Kini, Vani hanya berharap ibunya segera sembuh sehingga bisa kembali berkumpul di rumah. Sebab adik-adik yang bersamanya, dan bersama bibinya (yang berusia 5 dan 2 tahun) sudah merindukan kasih sayang sang ibu. Dia sendiri juga merasa kewalahan merawat adik-adiknya.

“Sulit ternyata merawat adik-adik di rumah. Kesulitannya karena susah diatur, seperti salatnya, mengajinya, makannya,” tandasnya.

More From: Berita Menarik