Tak Hanya Beri Ucapan, Gereja di Maluku ini Juga Sumbang Sapi untuk Hewan Kurban di Hari Raya Idul Adha


via: nasional.tempo.co

Palingseru.com – Sudah bukan rahasia umum bahwa Indonesia adalah negeri kaya beragam suku dan agama. Dengan keberagaman ini pula, terkadang perbedaan menyebabkan adanya konflik masyarakat, terutama antar agama.

Namun, dibalik banyaknya perselisihan agama yang terjadi di Indonesia, banyak juga bentuk toleransi agama yang tersembunyi di baliknya.

Kejadian di Maluku ini menjadi salah satu bukti nyatanya. Pada Senin (27/7/2020) lalu, Majelis Pekerja Harian Sinode Gereja Protestan Maluku menyerahkan hewan kurban kepada Masjid Raya Al-Fatah Ambon.

Penyerahan hewan kurban dari pihak gereja ini disambut hangat oleh Imam Besar Masjid Raya Al-Fatah, R.R Hasanussy.

Hewan kurban ini merupakan tanda kebersamaan dan ucapan Idul Adha dari Gereja Protestan Maluku untuk umat Islam di Maluku.

“GPM merasa benar-benar menyatu dengan umat Islam yang akan merayakan hari raya Idul Adha 1 Syawa; 1441 Hijriah, yang jatuh pada Jumat nanti. Jadi hewan kurban yang sedikit ini, semoga bisa membantu mereka yang benar-benar membutuhkan,” ucap Wakil Ketua MPH Sinode GPM, Pendeta W.B Pariama yang didampingi Ketua Panitia HHBG MPH Sinode, Melkianus Sairdekut, melansir nasional.tempo.co.

Dan menakjubkannya, pemberian hewan kurban dari pihak gereja ini bukan kali pertama. Tahun-tahun sebelumnya, pihak gereja juga selalu menyumbang hewan kurban untuk umat Islam.

“Setiap tahun hewan kurban ini terus kita berikan. Ini juga sebagai bentuk membangun nilai-nilai kemajemukan, yang ada di Maluku khususnya, dan Indonesia pada umumnya,” tutur Pariama.

Di samping itu, Hasanussy selaku Imam Besar Masjid Raya Al-Fatah mengucapkan rasa terima kasih tak terhingga kepada pihak gereja yang turut terlibat dalam pemberian hewan kurban pada umat Islam.

“Saya atas nama seluruh umat Islam menyampaikan terima kasih kepada MPH Sinode GPM yang sangat peduli dengan masyarakat lewat pemberian hewan kurban untuk hari raya Idul Adha 1441 Hijriah,” ucapnya.

“Hewan kurban yang diberikan juga terbilang sangat besar, dan tentunya kita akan memotong saat perayaan Idul Adha, dan tiga hari setelah perayaan. Ini diperbolehkan dalam Syariat Islam,” Hasanussy menambahkan, sekaligus mengakhiri.

More From: Berita Menarik