Setelah 13 tahun menikah wanita ini tiba-tiba diceraikan suami. Padahal si istri tidak memiliki kesalahan sama sekali


via: tribunnews.com

Palingseru.com – Ini merupakan kelanjutan kisah pilu dari Nur Hidayu Rosly, seorang ibu lima anak asal Malaysia yang sempat diterpa kenyataan pahit atas pernikahan kedua suaminya dan tindak kekerasan yang didapatnya dari sang madu.

Ya, sang suami yang merupakan pendakwah kondang di negaranya telah menikah untuk kedua kalinya secara diam-diam tanpa seizin Nur Hidayu.

Yang lebih sakitnya lagi, Nur Hidayu yang dikorbankan. Sang suami lebih memilih wanita baru yang dikenalnya dibandingkan Nur Hidayu yang telah memberinya lima anak berwajah tampan dan cantik.

Suaminya, Syed Mohd Faris Syed Roslan atau lebih dikenal Syed Faris, mentalak Nur Hidayu tepat dua hari menjelang ulang tahun pernikahan mereka yang ke-13, dan kemudian mengajukan gugatan cerai di Mahkamah Rendah Syariah Petailing Jaya pada 28 Mei 2020.

Sebagai seorang perempuan dan juga ibu, Nur Hidayu jelas merasakan kesedihan mendalam atas kegagalan rumah tangganya tersebut.

via: tribunnews.com

Ditambah, dia tak memiliki kesalahan sama sekali selama ini, dimana selalu melayani sang suami dan menjaga kelima buah hatinya sepenuh hati.

“Saya pernah bertanya, apa kekurangan atau salah saya? Dia hanya berkata, saya tidak ada salah apa-apa. Hal ini karena dia berkeinginan dan mampu untuk menikah lagi,” cerita Nur Hidayu seperti dikutip TribunJatim.com.

Sebelum resmi bercerai, Nur Hidayu bahkan berusaha mempertahankan rumah tangganya dengan cara mengirim foto pernikahan dan momen bahagia dia bersama mantan suami.

“Pada masa iddah boleh rujuk. Jadi, tidak masalah pun sebab bukan mengirim gambar yang tidak menutup aurat. Namun, lima menit setelah itu dia balas dengan mengatakan agar saya menjaga akhlak dan adab. Dia ucap kecantikan saya itu hanya sebentar saja, saya berpikir karena saya sudah melahirkan lima anak, jadi nampak berbeda,” ucapnya.

Hal memilukan yang diterima Nur Hidayu pun tak sampai disitu saja. Dia mengaku pernah dipukul, ditendang, diinjak hingga diputar tangannya oleh istri kedua suaminya.

“Kejadiannya terjadi di tempat kerja saya sekitar jam 12 tengah malam. Wanita itu marah karena suami mungkin akan menceraikan salah seorang dari kami,” ungkapnya.

Meski sakit dan hancur, perlahan Nur Hidayu kini telah mengikhlaskan semua peristiwa pahit yang menimpanya. Dia lebih memilih fokus merawat dan membesar kelima buah hatinya, yang kini menjadi harta dan penguat hidupnya.

“Saya ikhlas, bukan karena sudah lama dengan dia, tapi saya berpikir dengan akhirat kelak. Kita tidak tahu akan hidup sampai kapan, daripada saya berdosa pada suami, lebih baik tidak bersama agar diantara kami tidak saling berdosa.”

“Andai masih bersama pun dan teruskan poligami, belum tentu juga dia akan bisa bersifat adil,” tuturnya.

Perceraiannya ini pun sedikit membuatnya lega, karena kini ia tak lagi harus berdosa pada ibunya.

“Ibu pernah marah kepada saya karena suami, tapi saya tidak izinkan karena sudah 13 tahun berkeluarga, pernah dulu konflik mantan suami dengan ibu, katanya jika saya datang berhari raya masuk pintu depan, keluar dari pintu belakang.”

“Daripada saya hilang keluarga, lebih baik saya mengizinkan suami untuk menikah lagi, ini karena ibu cuma satu di dunia,” ujarnya.

More From: Berita Menarik