Sempat Kerja jadi Kuli Untuk Beli Ponsel agar Bisa Belajar, Bocah ini Merasa Senang Sekali ketika diberi Hadiah Ponsel


Foto: Catur Ferianto (16) terpaksa jadi kuli agar bisa menabung membeli smartphone (Febrian/detikcom)

Semangat Catur Feriyanto (16) yang terpaksa menjadi kuli karena tak punya smartphone kini berbuah manis. Pelajar kelas 7 MTs asal Kabupaten Grobogan itu dapat hadiah dari Pemkab Grobogan.

Catur tampak sibuk memilih ponsel impiannya untuk belajar online atau daring di konter, Sabtu (8/8) kemarin. Dia ditemani Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan Amin Hidayat saat memilih smartphone untuknya belajar daring.

“Seneng bisa pilih sendiri HP yang diinginkan dan bisa belajar kapan pun tidak nunggu mbak pulang kerja baru bisa pinjam,” kata Catur saat dihubungi wartawan, Minggu (09/02020).

Catur yang bekerja sebagai kuli diupah Rp 50 ribu per hari. Dia menyebut uang tabungannya belum cukup membeli smartphone. Dia pun kini lega bisa memiliki smartphone untuk belajar daring.

“Uangnya baru terkumpul Rp 150 ribu. Diparingi HP rasane seneng (diberi HP rasanya senang),” cerita Catur semringah.

Sementara itu, Amin menyebut smartphone untuk Catur itu berasal dari Pemkab Grobogan. Dia berharap Catur smartphone itu bisa dimanfaatkan Catur mengikuti sekolah daring.

“Sabtu (8/8) sore sudah mendapatkan bantuan handphone lengkap dengan kuota internet dari Pemerintah Kabupaten Grobogan. Sebagai fasilitas untuk belajar secara daring,” kata Amin saat dihubungi detikcom.

Amin berharap Catur tak lagi bekerja sebagai kuli. Dia berpesan agar smartphone dan kuota internet itu bisa dimanfaatkan untuk belajar daring.

“Catur bilang akan terus bekerja sampai bisa membeli handphone. Tidak ingin anak MTS kelas 7 itu kembali bekerja saya mengajak Catur pergi membeli handphone. Tapi, syaratnya Catur tidak boleh lagi bekerja sebagai kuli bangunan dan harus fokus belajar secara daring,” tutur Amin.

Sementara itu, Kepala MTs Ya Robi tempat sekolah Catur, Ali Mahfud mengakui banyak siswanya yang terkendala belajar daring. Pihaknya pun melakukan evaluasi dari kisah Catur ini.

“Kita akan mencari solusi bagi siswa yang tidak bisa mengikuti pelajaran secara daring di antaranya akan melakukan kunjungan ke rumah-rumah siswa memberikan pelajaran kepada siswa yang memiliki kendala mengikuti pelajaran secara daring,” ujar Ali.

Sebelumnya diberitakan, Catur seorang pelajar yang terpaksa menjadi kuli demi menabung membeli smartphone. Selama pandemi COVID-19 ini, dia tak bisa sekolah karena harus menunggu kakaknya sepulang kerja untuk meminjam HP. Sementara kedua orang tuanya bekerja sebagai buruh tani tak mampu membelikannya smartphone. [Detik]

More From: Berita Menarik