Pemerintah Diminta Buat Aturan Larangan Keluarga Miskin Gelar Pesta Nikah


via: jateng.suara.com/Ilustrasi pesta pernikahan

Palingseru.com – Ini mungkin sedikit mengejutkan dan bahkan menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat. Karena bagaimana pun juga, setiap orang ingin menciptakan sesuatu yang spesial dan ‘wah’ di momen seumur hidupnya tersebut.

Terlebih, ini menjadi hak pribadi masing-masing. Tapi ada sisi lain yang ingin diperlihatkan oleh anggota DPR RI Dedi Mulyadi dalam pengajuan larangan pesta nikah untuk keluarga miskin ini.

Bukan untuk merendahkan atau membatasi keinginan warga, melainkan mencegah ‘kelahiran’ kemiskinan baru.

“Yang diatur negara bukan kawinnya, tetapi regulasi bahwa perkawinan tidak melahirkan kemiskinan baru,” tutur Dedi.

via: ayobogor.com/Dedi Mulyadi

Hal ini karena banyak orangtua yang memaksakan pernikahan anaknya dengan menggelar pesta hanya karena sebuah gengsi. Sedangkan biaya yang dimiliki tak memadai. Alhasil, uangnya pinjam ke kanan ke kiri, bahkan ada yang ke rentenir.

“Dampaknya setelah perkawinan adalah lahirlah kemiskinan baru,” ucapnya.

Yang semakin menjadi perhatian Dedi, ada orang tua yang sampai menjual atau menggadaikan harta bendanya demi pesta pernikahan.

“Ketika kami berkunjung ke Wanayasa (Purwakarta) dan membuat panggung hiburan, ada seorang anak naik panggung dan dapat saweran Rp 10 juta. Lalu ibunya naik juga dan menangis. Uang itu sangat membantu karena ia habis menggadaikan tanah Rp 10 juta untuk pernikahan anak tertuanya,” Dedi mengisahkan, dilansir dari Kompas.com.

Karena ini, Dedi menyarankan pemerintah membuat regulasi untuk pesta pernikahan, dimana salah satu aturannya mengatur bahwa orang berpenghasilan rendah dilarang menggelar pesta pernikahan.

Para calon pasangan pengantin cukup menggelar pesta sederhana, sementara biaya pernikahan yang hendak dikeluarkan dalam pesta dipakai untuk modal atau biaya hidup selanjutnya.

More From: Berita Menarik