‘Saya mau jual ayam buat beli HP, soalnya ibu enggak punya uang dan saya kepingin lanjut sekolah’


via: suara.com

Palingseru.com – Sekali lagi, kebijakan belajar di rumah yang dilakukan secara daring atau online tidak efektif!

Kebijakan ini memang mengedepankan keamanan dan keselamatan para murid serta staf guru.

Namun di sisi lain, kebijakan ini menimbulkan beban berarti baik bagi murid maupun orangtua murid.

Seperti yang diketahui, banyak masyarakat terkena dampak wabah corona. Sumber penghasilan menurun bahkan lumpuh total, sehingga akan menambah beban baru dalam persoalan ini.

Orangtua harus menyediakan akses belajar, mulai dari gadget dan kuota.

Sementara kondisi perekonomian masyarakat sedang melemah, bahkan semakin buruk di kalangan miskin.

Karena ini, banyak anak murid (maaf) dari kalangan tak mampu harus melakukan perjuangan dan pengorbanan besar untuk bisa terkoneksi dengan guru selama proses pembelajaran jarak jauh.

Seperti apa yang dilakukan oleh siswa Madrasah Aliyah Matla’ul Anwar, Rumpin, Parung, Kabupaten Bogor, bernama Deni Mulyadi.

Ayah yang sudah meninggal dan ibu yang hanya bekerja sebagai penjual pensil dengan pendapatan Rp 10 ribu per hari, membuat dia harus menjual ayam yang merupakan harta benda satu-satunya untuk beli gadget, melansir suara.com.

“Saya mau jual ayam buat beli HP, soalnya ibu enggak punya uang dan saya kepingin lanjut sekolah,” tutur siswa SMA tersebut.

Sementara sang ibu, Munawaroh tak bisa berbuat banyak atas keputusan anaknya, karena dia tak berdaya untuk memenuhi keinginan sang anak.

“Jangankan beli hape, buat makan aja cuma kebeli seliter beras sehari,” ucapnya.

Kisah Deni ini kemudian mendapat perhatian dari warganet. Beramai-ramai warganet meminta agar sistem pendidikan selama pandemi diubah agar tidak kian menyengsarakan warga miskin.

Salah satu komentar warganet: “Mohon lah dikaji lagi Pak Jokowi dan Pak Menteri Nadiem mengenai sistem pendidikan yang sekarang. Ini hanya contoh kecil, masih banyak lagi kasus warga miskin yang kesulitan untuk belajar daring. Jangan hanya melihat yang mampu. Banyak di luar sana masyarakat/orangtua yang untuk nyari makan dan biaya sekolah anaknya aja sudah susah.”

More From: Berita Menarik