Gadis 22 Tahun ini Malah disetubuhi Ayah Kandung Sendiri Saat Minta Dikerokin


gambar ilustrasi

Petaka dialami seorang gadis saat sedang masuk angin.

Gadis yang kini berusia 22 tahun itu malah menjadi korban pemerkosaan ayah kandungnya sendiri.

Peristiwa memilukan ini terjadi di Desa Pancoran, Kecamatan Bondowoso, Jawa Timur.

Sang ayah berinisial AS (51) tega memperkosa putri kandungnya sendiri saat rumah dalam keadaan sepi.

AS saat ini telah diamankan polisi setelah sempat buron selama 2 tahun.

AS sempat melarikan diri setelah memperkosa putri kandungnya pada 13 Agustus 2018 silam.

“Hampir dua tahun jadi DPO, sekarang berhasil ditangkap,” kata Kasat Reskrim Polres Bondowoso AKP Agung, Rabu (19/8/2020).

AS pun kini terancam dijerat Pasal 46 Undang-undang RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang PKDRT subsider Pasal 285 KUHP, dan terancam hukuman 12 tahun penjara.

Insiden nahas yang mempa gadis malang tersebut berawal saat korban minta dikerokin oleh ayah kandungnya.

Sebab, saat itu korban merasa kepalanya pusing.

Sehingga, meminta ayah kandungnya untuk mengerok tubuhnya.

Saat itu, niat bejad AS kepada putri kandungnya pun muncul.

Terlebih, di dalam rumah dalam keadaan sepi dan saat itu hanya ada mereka berdua.

AS yang sudah berencana jahat pun menyebut jika ada roh jahat yang menempel di tubuh putrinya.

Kemudian, sang ayah meminya putri kandungnya itu berbaring di atas kasur.

Tak hanya itu, pelaku juga meminta korban untuk menutup mata lantraan hendak dibacakan doa-doa dengan tujuan agar roh jahatnya hilang dari tubuh anaknya.

Namun, korban yang sempat mengeluh pusing justru tak sadarkan diri.

Melihat korban tak berdaya dalam kondisi tak sadarkan diri, pelaku langsung memperkosa putri kandungnya tersebut.

Ketika bangun, korban pun kaget melihat ayahnya sudah berada di sampingnya.

“Pengakuan tersangka, anaknya ini sempat diberitahu bahwa di badan korban terdapat roh jahat yang menempel,” ujar Kapolres Bondowoso AKBP Erick Frendriz melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (19/8/2020).

Namun, aksinya terbongkar setelah diketahui istrinya.

Tak terima dengan kejadian tersebut, ibu korban melaporkannya ke polisi.

Namun, saat akan ditangkap pelaku melarikan diri.

Setelah menjadi buron selama dua tahun, pelaku baru tertangkap.

“Pelaku baru saja tertangkap setelah dilaporkan tahun 2018 lalu,” kata Kapolres. Sumber: TribunBogor

More From: Berita Menarik