Pengusaha Ini Mogok Makan dan Nginap di Emperan Kantor BUMN Karena Tagihan Belum Dibayar


via: tribunnews.com

Palingseru.com – Aksi mogok makan dan menginap di emperan Kantor BUMN PT Perikanan Nusantara (Perinus) ini merupakan bentuk protes Abdul Malik Thalib (37) bersama empat rekannya, Abu Bakar, Zakaria, Suwondo, dan Feri, yang menuntut hak mereka senilai Rp 2,6 miliar, hasil dari mengerjakan proyek pengadaan interior Anaya Resto.

“Mogok makan ini bagian dari puncak protes kami yang selama 1,5 tahun ini tidak pernah digubris. Kami ini diperlakukan bukan seperti kontraktor, seperti orang minta-minta selama 1,5 tahun ini,” kata Abdul saat ditemui di lokasi, Rabu (26/8).

Bahkan dalam aksi ini, Abdul turut memboyong istri dan ketiga anaknya. Tanpa memperdulikan rasa malu, mereka semua menginap di emperan kantor BUMN Perinus selama dua pekan terakhir.

Sebelumnya, diakui Abdul, ia dan juga rekan-rekannya sudah menempuh jalan baik-baik.

“Pernah kami coba di dalam, aksi baik-baik. Ditemui oleh Komut (Komisaris Utama) dan Dirut (Direktur Utama), jajaran dewan Komisaris dan jajaran dewan Direksi. Komut menyampaikan permohonan maaf dan berjanji mewakili direktur untuk menyelesaikan persoalan ini. Ternyata hasilnya nihil. Hanya diberikan surat, itu komisaris yang ngomong, sama mereka juga tidak didengar. Kemudian kami melaksanakan aksi di luar,” terang Abdul, dikutip dari Tribunnews.com.

Dalam kasus ini, Abdul merasa sangat kecewa dan sempat tak habis pikir.

“Sangat tidak percaya hasilnya seperti ini. Itukan BUMN,” keluhnya.

Karenanya, Abdul dan keempat rekannya bersikukuh tinggal di emperan kantor BUMN Perinus demi mendapatkan hak tender pengadaan interior Anaya Resto BUMN Perinus melalui pelalangan yang telah rampung digarap sejak 16 bulan lalu.

More From: Berita Menarik