Tega Bunuh Ibu Kandungnya Sendiri Secara Sadis, Pria Ini Sekarang Menyesal: Saya Akan Ziarah ke Makam Ibu Kalau Sudah Bebas Nanti


via: tribunnews.com

Palingseru.com – Memang benar, bahwa penyesalan selalu datang belakangan atau di akhir. Namun menyesali suatu tindakan atau perbuatan yang sudah dilakukan tentu saja terbilang sia-sia, karena semuanya sudah terjadi.

Dengan kata lain, kata “penyesalan” itu tidak akan bisa mengubah kondisi atau keadaan kembali.

Sama halnya dengan kejadian berikut ini. Penyesalan yang disampaikan oleh Nasrul (43), narapidana kasus pembunuhan ibu kandungnya Nek Fatimah (70), itu sudah terlambat, karena ibu kandung yang telah melahirkan dan merawatnya sudah berada di dalam tanah.

Ya, akibat emosi setan yang merasuknya kala itu, membuat nyawa ibunya melayang.

Seperti dikutip TribunnewsBogor.com, almarhumah Nek Fatimah dihabisi dengan cara digorok lehernya oleh Nasrul, yang ketika itu kesal keinginannya meminta uang tak dipenuhi korban. Peristiwa berdarah ini terjadi pada 6 Agustus 2020 lalu di rumah mereka, di Desa Alue Bilie Rayeuk, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara.

Dan yang membuat tak habis pikir lagi, setelah puas melenyapkan nyawa sang ibu, Nasrul lantas memainkan ‘skenario’ dengan berpura-pura menangis saat mengetahui ibunya meninggal dunia.

Dari bilik penjara, Nasrul menyampaikan kepada para wartawan yang meliput pelimpahan berkas kasus, bahwa dia berjanji akan langsung mendatangi makam ibunya ketika bebas nanti.

“Saya akan ziarahi makam ibu jika sudah bebas nanti,” tuturnya sembari tertunduk.

Selain itu, dia juga menyampaikan rasa rindunya terhadap anak-anaknya.

“Saya rindu anak saya,” ucapnya.

More From: Berita Menarik