Wanita ini Masih Bisa Tersenyum di Pengadilan, Padahal Sudah Tikam Ibunya 79 Kali di Muka dan 72 Kali di Leher


via: tribunnews.com

Palingseru.com – Inilah pemandangan yang sempat membuat para wartawan di ruang pengadilan terkejut dan tak percaya.

Mereka merasa tak habis pikir dengan ekspresi yang diperlihatkan oleh Isabella asal Colorado Amerika Serikat, pelaku pembunuhan ibu kandungnya.

Setelah menghilangkan nyawa ibunya dengan cara yang amat keji, menikamnya sebanyak 151 kali, 79 kali di bagian wajah dan 72 kali di leher, Isabella seolah merasa tak bersalah, apalagi menyesali perbuatannya.

Pembunuhan keji ini, seperti dilansir Tribunnews.com, dipicu oleh berbagai faktor. Mulai dari gangguan kejiwaan Isabella sejak kecil, serta faktor ibunya Yun Mi Hoy (47) menikah lagi dengan lelaki bernama Ryan Hoy.

Sejak pernikahan ibunya dengan ayah tirinya itu, Isabella dan sang ibu sering terlibat pertengkaran.

Hingga puncaknya, hari Minggu 6 September 2020 sekitar jam 9:30 malam, Isabella melakukan pembunuhan sadis itu pada ibunya yang baru kembali ke rumah usai bekerja.

Suami baru Yun Mi Hoy, Ryan Hoy mengatakan kepada polisi bahwa saat pembunuhan berlangsung dia sedang mandi di lantai atas, dan mendengar suara dentuman yang disusuli istrinya memanggil namanya.

Dengan cepat, Hoy mendatangi sumber suara, yang ternyata berada di kamar mandi Isabella. Namun saat berusaha membukanya, Isabella mendorongnya dengan punggung.

Sementara di lantai bawah dari bawah pintu kamar mandi telah mengalir deras darah.

Hoy langsung turun ke bawah, menelepon 911.

Saat polisi tiba di lokasi, Isabella sudah melarikan diri. Sedangkan Yun Mi Hoy tergeletak mengenaskan di kamar mandi dalam kondisi telanjang dengan banyak luka robek dan tusukan.

Yun Mi Hoy dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian pada pukul 10:28 malam waktu setempat.

Dan 16 jam setelahnya, Isabella diringkus polisi. Dia sempat ditahan, namun dari hasil putusan sidang, dia tidak dikirim ke penjara namun di Rumah Sakit Pemerintah di Pueblo untuk menjalani perawatan kejiwaan.

Dr Richard Pounds, dokter yang merawat Isabella menerangkan, gadis muda itu menderita paranoia schizophrenia.

“Dia sering menatap ke ruang hampa, lalu bicara dengan seseorang yang tidak terlihat, dan dia tertawa sendiri,” tutur dr Richard.

More From: Berita Menarik