Gadis SD dan Remaja SMP yang Menikah di Lombok Ternyata Baru Pacaran 4 Hari, Pernikahan Terjadi Gara Gara Telat Pulang


via: kumparan.com

Palingseru.com – Menikah di usia yang sangat belia, sepasang pengantin baru di Lombok Tengah ini sukses curi perhatian publik.

Banyak yang merasa prihatin karena mengingat usia keduanya, yang seharusnya mengenyam bangku pendidikan.

Apalagi, pemicu dibalik pernikahan keduanya.

Seperti dilansir today.line.me, pada Sabtu (9/9/2020) sang lelaki yang berusia 15 tahun mengajak anak gadis 12 tahun yang kini telah menjadi istrinya itu untuk jalan-jalan ke tempat wisata. Keduanya kemudian pulang di malam harinya, sekitar pukul 19.30 WITA.

Hal itulah yang membuat orangtua gadis itu langsung meminta dilangsungkan pernikahan. Sebab dalam peraturan adat Sasak, anak gadis yang dibawa pulang malam hari harus dinikahi, karena jika tidak akan memberikan image buruk bagi sang gadis maupun keluarganya.

Akhirnya, keduanya dinikahkan pada Sabtu, 12 September 2020 kemarin.

Dalam pernikahan ini, bukan hanya orangtua laki-laki yang merasa keberatan, namun juga kedua anak dibawah umur tersebut.

Terutama sang mempelai perempuan. Ini karena mereka baru saling kenal.

“Kita pacaran hanya empat hari,” ucapnya.

Dia juga merasa malu, terlebih kepada teman-teman di sekolahnya, hingga membuat dia memutuskan untuk tak melanjutkan pendidikan.

“Saya malu sama teman-teman kalau mau sekolah lagi,” tuturnya.

Sementara awal mula perkenalan mereka berawal dari video call. Sang lelaki yang melakukan video call dengan temannya melihat wajah sang istri, hingga kemudian berani meminta kontak handphone istrinya.

“Saya kenal lewat WhatsApp. Awalnya saya kenalan dengan temannya. Sempat video call dengan temannya waktu itu. Dia berdua yang keliatan di layar,” cerita suami gadis itu.

Selanjutnya, keduanya saling komunikasi sampai akhirnya sang lelaki mengajak si gadis untuk menghabiskan waktu berdua di salah satu tempat wisata di Lombok Tengah.

“Dia pacar pertama saya. Jadi saya ajakin dia ke salah satu tempat wisata sebanyak dua kali,” katanya.

Namun tanpa disangka, keputusannya mengajak jalan kala itu akan berakhir seperti ini. Tapi nasi sudah menjadi bubur. Tak ada lagi yang bisa disesali ataupun dicegah karena semuanya sudah terjadi.

More From: Berita Menarik