Ibu Guru Ini Rela Utang Untuk Bangun Sekolah Gratis Bagi Anak Anak Tidak Mampu


via: brilio.net

Palingseru.com – Indonesia membutuhkan generasi penerus bangsa yang cerdas. Karenanya, diwajibkan setiap anak mengikuti program wajib belajar 12 tahun. Hal ini bahkan telah tercantum dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Namun apa daya, faktanya masih banyak anak-anak di seluruh wilayah Indonesia tidak menjamah bangku pendidikan, bahkan terputus di tengah jalan. Selain faktor kenakalan anak, hal ini juga disebabkan faktor ekonomi.

Meski pemerintah telah menjamin biaya pendidikan anak kurang mampu, tapi tetap saja beberapa diantaranya masih dikenakan biaya oleh pihak sekolah.

Hal itu akhirnya membuat anak terpaksa putus sekolah. Persoalan inilah yang kemudian mendorong seorang pahlawan Susi membagun sekolah gratis bagi peserta didik kurang mampu.

“Saya dulu sempat mengajar di sebuah SMK swasta, di mana siswanya banyak dari kalangan tidak mampu. Kemudian pada satu waktu ada anak yang mau naik kelas 3 dia putus sekolah. Alasannya karena tunggakannya banyak,” ceritanya seperti dilansir Brilio.net.

“Dari situ saya berpikir, bahwa jangan-jangan banyak anak-anak di sekitar Bekasi yang masih putus sekolah. Dan ternyata setelah saya mencari ke berbagai perkampungan, dalam waktu kurang dari satu bulan, saya mendapatkan 25 anak yang putus sekolah,” lanjut dia.

Akan tetapi, wanita asal Bekasi, Jawa Barat ini tidak memiliki biaya untuk mewujudkan impiannya. Namun dia tak putus semangat. Susi mencari pinjaman atau berhutang demi wujudkan sekolah gratis ini.

“Saat membangun sekolah ini saya tidak punya model sepeser pun. Saya meminjam uang untuk membeli meja kursi sama 3 buah komputer,” tuturnya.

Hanya saja, saat ini dia terkendala ruang belajar hingga mengharuskan dia dan anak-anak didiknya berpindah-pindah tempat.

“Tempat pun kita masih menjadi kendala sampai saat ini, sampai saat ini kita sudah lima kali pindah tempat,” ungkapnya.

Namun yang terpenting baginya saat ini adalah pendidikan yang diterima anak-anak. Dengan ilmu teori serta keahlian khusus seperti keterampilan menjahit, desain, dan lain sebagainya, anak-anak didiknya nanti dapat memanfaatkan ilmunya.

via: brilio.net

“Harapannya sih, yang pertama mereka bisa mandiri sedini mungkin, bisa segera membantu keluarganya sehingga bisa memutus rantai kemiskinan,” harapnya.

More From: Berita Menarik