Mertua Nekat Bunuh Menantu Sendiri di Warung Kopi gara gara Gak Terima Anaknya diselingkuhi


via: kompas.com

Palingseru.com – Bagi semua ayah di dunia, melepas putrinya untuk menikah, menjalani bahtera rumah tangga dengan pria pilihannya, merupakan perkara yang cukup sulit. Hati seolah tidak rela, untuk melepaskan sang putri kesayangan.

Karenanya, para ayah selalu berpesan pada sang menantu untuk selalu menyayangi dan mencintai putri mereka.

Jika tidak diperlakukan demikian, maka mereka lah orang pertama yang tersakiti hatinya. Begitu pula dengan Tan Nam Seng. Pria 72 tahun asal Singapura ini merasakan sakit yang amat sangat, dan hatinya seperti hancur berkeping-keping saat mengetahui putri tercintanya Shyller Tan telah dikhianati suaminya.

Apalagi, hubungan gelap yang dijalani menantunya, Spencer Tuppani (39) telah melahirkan dua anak.

Yang semakin membuat dia meradang, Tuppani diam-diam berencana merebut kendali perusahaan yang dirintisnya dengan susah payah pada tahun 1974 silam, yang memang dipercayakan segalanya kepada si menantu.

Di sinilah emosi Tan memuncak. Pada siang hari, Tan yang sedang dalam perjalanan menuju ke kantornya tak sengaja melihat menantunya sedang makan di kedai kopi Jalan Telok Ayer.

Tan langsung bergegas menuju dapur kantornya, mengambil pisau, dan kembali ke lokasi tempat beradanya sang menantu. Dan tanpa basa-basi, Tan langsung menghunuskan pisaunya ke dada Tuppani sebanyak tiga kali.

Tuppani mencoba berlari tapi akhirnya jatuh pingsan di restoran sebelah di Jalan Boon Tat, dan tak lama setelahnya meninggal dunia.

Di tengah kerumunan warga, Tan kembali menendang wajah menantunya sebanyak dua kali sembari berkata pada kerumunan, “Ini menantu saya, tidak perlu tolong dia, dia pantas mati.”

Selanjutnya, Tan duduk dengan pisau di samping mejanya, menunggu kedatangan polisi untuk menyerahkan diri sebagai bentuk pertanggungjawabannya.

Namun sebelum dijemput polisi, Tan menyempatkan diri untuk menghubungi putri tercintanya.

“Ayah tidak bisa tidur kemarin malam. Ayah sudah melakukannya. Jangan menangis. Ayah sudah tua. Ayah tidak takut masuk penjara,” ucap dia kepada sang putri, dilansir Kompas.com.

Tiga tahun berlalu, kasus pembunuhan ini kembali disidangkan pada Senin (21/9/2020) di Pengadilan Tinggi Singapura.

Di babak akhir ini, Tan divonis hukuman 8,5 tahun penjara.

More From: Berita Menarik