Niat Baik Memberi Tumpangan, Mama Muda yang Sedang Hamil ini Malah Dibunuh oleh Si Penumpang


Wanita hamil dibunuh oleh pemuda yang meminta tumpangan di Langkat. (ist)

Palingseru,com – Niat baik belum tentu dapat balasan yang baik sepertinya ini yang didapatkan oleh sorang ibu muda yang sedang hamil, beniat menolong dirinya malah dibunuh oleh orang yang ditolongnya.

Seperti dikutip dari indozone  ibu muda yang tengah hamil 6 bulan di Langkat, Sumatera Utara, baru-baru jadi korban pembunuhan sadir.

Setelah pelakunya ditangkap, terungkap fakta baru bahwa korban, yakni Rani Anggraini (23 tahun), awalnya berniat baik dengan memberi tumpangan kepada pelaku yang diketahui bernama Gabriel Zefaya Ginting (20 tahun).

Hari itu, Rabu (23/9/2020), Rani yang tengah dalam perjalanan pulang menuju rumah, merasa kasihan terhadap Gabriel yang melambaikan tangan di pinggir jalan. Rani lantas membonceng Gabriel sejauh beberapa kilometer.Baca Juga:

Tiba di area kebun sawit Afdeling PT Langkat Nusantara Keping, Padang Brahrang, Kabupaten Langkat, pria biadab itu lantas memiting leher korban dari belakang dengan tangan kanannya, dan meninju kepala korban dengan tangan kirinya hingga korban lemas.

Tak cukup sampai di situ, pelaku yang memang berniat membawa kabur sepeda motor korban, menghamtam kepala korban dengan batu sebanyak tiga kali hingga tak sadarkan diri. Bahkan tak cuma itu, pelaku juga menusuk tubuh korban dengan obeng hingga tewas.

Usai menghabisi nyawa korban, Gabriel lantas menutupi jasad korban dengan pelepah sawit di lokasi kebun, sebelum akhirnya membawa kabur sepeda motor Honda Beat milik korban.

Keesokan harinya, jasad korban ditemukan oleh seorang warga bernama Dedi Syahputra, Kamis (249//2020). Dedi yang hendak memanen sawit, melihat ada ceceran darah, sandal, ponsel, dan masker di pinggir jalan, sebelum kemudian melihat jasad yang ditutupi pelepah sawit bersama warga lainnya bernama Surya Darma Sembiring, yang kebetulan melintas di lokasi.

Penemuan jasad Rani ini membuat sang suami, Nurwahyuda, menangis histeris. Apalagi, mereka baru menikah sekitar tujuh bulan yang lalu, dan sedang menanti kelahiran buah hati pertama mereka yang telah berusia 6 bulan dalam kandungan.

“Saya heran, kok istri saya gak pulang-pulang. Istri saya kerja di peternakan ayam di Dusun Tanjung Belok, Desa Tanjung Merahe,” katanya, masih dengan mata sembab.


Like it? Share with your friends!