Ibu Ini Ngamuk ke Debt Collector, Gara Gara Nagih Utang Dengan Cara Coret Coret Rumahnya


Terlihat seorang debt collector datang ke rumah nasabah dan mencoret tembok rumahnya. Dia juga tampak adu mulut dengan pemilik rumah tersebut.

Ketika kita memiliki hutang sudah sewajarnya kita menbayar, begitu juga bagi orang yang menghutangi sudah menjadi hak untuk menagih utangnya.

Dalam video berdurasi 2 menit 57 detik ini, telihat seorang pria dengan mengenakan jaket dan helm tengah mencoret-coret tembok rumah. Ini bukan lah tembok rumahnya sendiri melainkan salah satu nasabah. Rupanya, pria tersebut merupakan seorang debt collector yang tengah menagih pembayaran utang pada nasabah.

Instagram @video_medsos ©2020 Merdeka.com

“Bayar utang mu. Koperasi macet,” tulis sang debt collector pada dinding rumah salah satu nasabahnya.

Tak Ada Kabar

Bukan tanpa alasan sang debt collector melakukan hal tersebut. Dituliskan dalam akun Instagram tersebut kronologi bisa terjadi aksi itu. Ternyata nasabah peminjam uang ini sudah satu bulan tidak ada kabar. Setiap ingin ditagih oleh debt collector, nasabah wanita ini tidak ingin keluar rumah.

Hingga akhirnya, sang debt collector datang lagi ke rumah nasabah. Debt collector ini juga langsung mencoret tembok rumah nasabah dengan menggunakan cat pilox.

Instagram @video_medsos ©2020 Merdeka.com

“Cekcok antara debt collector dengan nasabah. kronologinya sudah sebulan nasabah tidak ada kabar dan setiap si debt collector datang ke rumahnya ibu ini tidak keluar rumah. Tiba waktunya si debt collector datangi rumahnya dan langsung-langsung melakukan cat pilox,” tulisnya dalam akun Instagram video_medsos.

Nasabah Langsung Keluar Rumah

Karena dipilok, nasabah akhirnya keluar dari rumahnya. Ibu-ibu ini lantas langsung menghampiri sang debt collector. Menurut nasabah wanita itu, aksi mencoret tembok yang dilakukan oleh si debt collector tak bisa dibenarkan.

“Om maaf ya, mending situ telepon aku atau gimana atau WA. Enggak kaya gitu ya caranya,” kata nasabah yang pada akhirnya keluar dari rumah.

“Nah semenjak ku pilox, keluar ibu kan. Jadi ya harus kaya gini caranya bu,” kata sang debt collector.

“Ya enggak, situ kan punya nomor HP ku, tinggal WA atau gimana. Situ kok kaya gitu caranya,” bela nasabah itu.

“Itu alasan itu, aku titip surat di rumah ibu tapi dititipin tetangga,” kata debt collector.

“Surat? surat mana? enggak pernah aku sama sekali,” sanggah sang nasabah.

Instagram @video_medsos ©2020 Merdeka.com

“Nah padahal lebih sering aku berikan surat di sini, ibu bilang enggak pernah,” kata debt collector lagi.

“Sama sekali,” bantah nasabah sembari menunjuk-tunjuk debt collector tersebut.

“Satu bulan aku ke sini tiap hari kasih surat, ibu bilang enggak pernah,” kata debt collector lagi.

“Enggak pernah om,” nasabah masih membantah pernyataan sang debt collector.

“Jadi selama ini ke mana ibu? Ku tanya dulu. Kalau memang ada niat baik ibu,” heran debt collector melihat sanggahan nasabah itu.

Tantang Nasabah ke Debt Collector

Tak berhenti di situ, nasabah juga terlihat menantang debt collector yang masih berdiri di depan rumahnya. Wanita ini mengatakan akan memanggil Pak Lurah rumahnya yang di mana langsung disetujui dan ditantang balik oleh debt collector nya.

“Kalau ini (tunjuk coretan di tembok) aku mau bayar loh, ntar tetapi enggak kaya gini caranya. Tak panggilin Pak Lurah, iya,” marah sang nasabah.

“Panggil,” tantang debt collector.

“Enggak tetapi kan ini pencemaran nama baik loh. Saya mau bayar,” kata nasabah itu.

“Sekarang gini saja, kalau ibu mau bayar ini (coretan tembok) saya hapus. Sekejap bisa saya hapus,” kata debt collector.

“Iya, pakai cat yang itu,” kata nasabah lagi.

Instagram @video_medsos ©2020 Merdeka.com

“Iya, gampang. Bayar lah,” kata debt collector meminta uang tagihannya.

“Tak panggilin suami ku dulu, kamu di sini ya. Pokoknya di sini. Aku enggak itu lah om, soalnya ‘bu’ gimana, HP dipegang sama anak ku buat sekolah om,” kata nasabah lantas pergi memanggil suaminya.

“Ya setidaknya ibu kabar sama aku. Bang, Om entah apa, saya lagi sakit, entah apa, entah enggak ada duit. Ini enggak, satu bulan ibu diam-diaman saja,” kesal sang debt collector.

“Ya enggak, nama oom saja enggak pernah itu apa namanya itu, enggak itu,” kata nasabah berbelit.

Ingin Viralkan Aksi Itu

Sang nasabah ini juga menantang debt collector akan memviralkan aksinya. Menurut nasabah ini, jika video aksi tersebut viral maka debt collector nya lah yang akan kena imbas.

“Ibu tahu tadi nelepon saya kan? Semenjak saya pilok, baru ibu telepon saya. Jadi selama ini ke mana ibu? Kan gitu. Karena sekarang sudah ada ini, ibu kelihatan,” kata debt collector.

“Ya enggak gitu caranya om,” ujar nasabah balik kembali ke hadapan debt collector.

“Kok enggak kaya gitu caranya. Saya hanya mengingatkan ibu bayar utang ya. Kecuali saya bikin di sini kata-kata kasar, enggak gitu,” kata debt collector lagi.

Instagram @video_medsos ©2020 Merdeka.com

“Bagaimana pun caranya, ya memang enggak kasar om. Tetapi kan semua warga tahu. Ini kalau tak itu om, tak viralin, oom yang kena,” tantang nasabah.

“Itu viral itu. Saya videokan itu, saya bagikan ke mana-mana,” balas debt collector.

“Biarin, ya sudah tungguin saja ya,” kata nasabah lantas pergi lagi hendak memanggil sang suami.

Sumber Artikel: Merdeka


Like it? Share with your friends!