Hampir diamuk Ibu Ibu Korban, Pimpinan Pesantren ini Tega Cbuli 6 Santri Perempuan


KH, oknum pengurus Ponpes di Tebo diamankan Satuan Reserse Kriminal Polres Tebo karena diduga melakukan pelecehan terhadap lima santriwati pada Rabu (14/10/2020) lalu. foto: tribunjambi

Seorang pimpinan pondok pesantren berinisial KH ditangkap polisi gara-gara mencabuli enam santri perempuannya.

Pimpinan ponpes di Tebo, Jambi, itu nyaris dipukuli beberapa ibu korban saat digiring polisi.

Namun petugas mencegah aksi tersebut dan segera membawa pelaku ke Polres Tebo.

Modus pencabulan yang dilakukan oleh KH berbeda-beda.

Ia pernah mencabuli santrinya saat proses belajar mengajar dan di ruangannya dengan iming-iming sejumlah uang.

“Dia memanggil santriwatinya ke ruangannya dan melakukan aksinya dengan iming-iming memberikan uang,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tebo AKP Mahara Tua Siregar kepada wartawan, Jumat (16/10/2020).

KH juga pernah mencabuli santri perempuannya saat menstruasi.

Saat itu santri perempuan curhat sakit perut karena menstruasi.

Mengetahui santrinya sakit, KH mengaku bisa mengobatinya dengan air putih dan memegang perut korban.

“Karena masih di bawah umur yang baru-baru menstruasi itu kan curhat dengan pengurus pesantren,” kata Mahara.

Kepada polisi, KH mengaku mencabuli enam santri perempuannya sejak Desember 2019 lalu.

Ia juga mengatakan satu korban hanya satu kali dicabuli.

Walaupun mengaku telah mencabuli enam korban, hingga saat ini baru ada lima santri yang melapor.

“Namun yang mau melapor baru lima korban,” kata Mahara.

Para santri yang menjadi korban KH saat ini dipulangkan ke rumah orangtua masing-masing untuk pemulihan.

Ia menegaskan tak ada diskriminasi terkait kelompok tertentu di kasus tersebut.

Polisi juga telah memastikan kepada keluarga korban bahwa pelaku akan diadili dan dihukum sesuai sanksi yang berlaku.

Pimpinan pondok pesantren ini dikenai Pasal 82 ayat 1, 2 dan 4 jo Pasal 76 E Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak.

Sumber Artikel Tribunnews

More From: Berita Menarik