Pasien Positif Covid-19 Lompat dari Mobil Ambulan Lalu Kabur ke Kerumunan Massa yang Lagi Demo


via: tribunnews.com

Palingseru.com – Pemerintah kini tampaknya harus semakin kerja ekstra dalam menanggulangi wabah virus Corona atau Covid-19.

Seperti diketahui, pada awal Oktober lalu terjadi kerumunan massa dari para pendemo penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Kerumunan massa ini dikhawatirkan menimbulkan klaster penularan baru.

Apalagi, dari hasil swab yang dilakukan terhadap sejumlah mahasiswa terindikasi positif Covid-19.

Seperti yang terjadi di wilayah Slipi, Cengkareng, dan Kalideres.

“Hasil swab dua dari 89 remaja yang diamankan terindikasi positif Covid-19, dan kami lakukan pengecekan secara ulang dan dari indikatornya dengan hasil yang sama,” ujar Kapolres Jakarta Barat Audie Latuheru dalam keterangan pers.

Selain itu, kekhawatiran lain terkait bertambahnya klaster penularan baru di kalangan pendemo ialah dengan adanya kabar seorang pasien positif Covid-19 kabur dan bergabung di tengah-tengah pendemo di Sawah Besar, Jakarta Pusat, Kamis (8/10/2020).

Diterangkan Kepala Panti Sosial Bina Karya Wanita Harapan Mulia Kedoya, Susan J Zulkifli, wanita berinisial E (34) itu terkonfirmasi positif Covid-19 dari hasil razia PSBB, yang menyasar pada panti pijat miliknya di Kebon Jeruk.

“Awalnya tiga pilar di Kebon Jeruk melakukan razia PSBB. Ditemukanlah panti pijat yang masih buka di tengah pelarangan dengan 11 orang yang bekerja,” jelas Susan, dikutip Warta Kota.

Sesuai prosedur, kesebelas orang itu dilakukan rapid test dengan dilanjutkan swab, dengan hasil sembilan orang termasuk pemilik panti pijat E positif Covid-19.

“Dari sembilan orang hanya delapan yang bisa dititip di Wisma Atlet karena satu pegawai dinyatakan memiliki komorbid HIV Aids,” kata Susan.

Akhirnya, pada Kamis (8/10/2020) bertepatan dengan demo, E dan tujuh pegawainya dibawa ke Wisma Atlet dengan menggunakan mobil ambulan. Tetapi setibanya di Sawah Besar, perjalanan terhambat hingga membuat ambulan melambat sekira kurang dari 20km/jam.

Di sinilah E mencuri kesempatan untuk loncat keluar ambulan, dan langsung lari ke arah kerumunan massa unjuk rasa agar sulit ditemukan petugas.

“Sampai saat ini kami tidak mengetahui keberadaan E,” ungkap Susan.


Like it? Share with your friends!