Sebelum ditemukan Tewas, Tetangga Sempat Dengar Suara Rintihan saat Tengah Malam di Balik Kamar Mama Muda yang Sedang Hamil 7 Bulan


via: tribunnews.com

Palingseru.com – Kematian Neng Yeti (34), penghuni kontrakan di Kampung Cibereum, Desa Sadu, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Sabtu (17/10/2020 seketika membuat geger para tetangga.

Bagaimana tidak, mama muda yang sedang hamil 7 bulan itu meninggal dalam kondisi tak wajar. Dia ditemukan terlentang dengan bekas luka sayat di dagu serta lebam di bagian wajah.

Penemuan mayat Yeti bahkan menjadi kabar paling mengejutkan bagi tetangga sebelah kontrakannya, Wiwin.

Pasalnya, pada dini harinya sekira pukul 01.00 WIB, ia sempat mendengar suara tak biasa sebagai ‘sinyal’ adanya tindak pembunuhan di lokasi. Namun karena takut dan bingung, ia memilih tidak keluar rumah ataupun melaporkannya kepada ketua RT setempat.

Adapun suara-suara yang sempat didengar Wiwin pada saat peristiwa diduga berlangsungnya pembunuhan, yaitu suara jerit kesakitan, suara istigfar, tendangan pintu berkali-kali hingga batuk dan mual.

“Terdengar menyebut ‘Astaghfirullahaladzim’, dan terdengar suara tendangan pintu kamar kontrakan korban berkali-kali. Setelah kurang lebih 30 menit suara tersebut berhenti, dan terdengar suara batuk mual di kamar mandi kontrakan korban,” jelas Kasat Reskrim Polresta Bandung AKP Bimantro, dikutip TribunnewsBogor.com.

Kematian Yeti baru disadari pada sore harinya sekitar pukul 18.00 WIB. Saat itu, saksi Kartini, yang merupakan langganan sarapan almarhumah dikala pagi, ingin memberikan makanan karena dari pagi korban tak terlihat.

“Namun setelah tiba di kontrakan korban, Kartini memanggil tidak ada jawaban dari korban. Kondisi kamar terkunci,” ungkap AKP Bimantro.

Kartini kemudian meminta bantuan penjaga kontrakan bernama Mulyadi.

“Selanjutnya Mulyadi membuka pintu, kemudian Kartini masuk ke dalam kontrakan korban. Kartini melihat korban sudah terlentang (meninggal dunia),” sambung AKP Bimantro.

“Saksi langsung meninggalkan lokasi dan Mulyadi lapor ke ketua RT, RW, dan Polsek.”

Pemeriksaan saksi dan penyelidikan terhadap siapa pelakunya pun tengah didalami pihak kepolisian.

“Dugaan ada, tapi kami masih memeriksa saksi-saksi, untuk menentukan siapa tersangkanya. Selanjutnya kami berupaya melakukan pengejaran pada terduga tersangka,” tutupnya.


Like it? Share with your friends!