Hujan Hujan di Tengah Kebun Sawit Bocah 8 Tahun ini Nungguin Ayahnya Kembali, Ternyata Si Ayah Sudah Tewas Terseret Banjir


via: indozone.id

Palingseru.com – Pada Minggu (25/10/2020) pagi, warga Desa Santilik, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah dikejutkan dengan kehadiran seorang bocah berusia delapan tahun di tengah belukar tanaman paku di tengah kebun sawit.

Bocah itu seorang diri dengan kondisi seluruh pakaian basah kuyup. Belakangan diketahui kalau bocah malang itu sedang menunggu ayahnya yang tak kunjung muncul karena sudah meninggal dunia akibat terseret banjir pada Sabtu (24/10/2020) malam.

Namun hal itu tak diketahui sang anak, sehingga dia memilih tetap bertahan, menunggu sang ayah tercinta.

“Anak itu ditemukan dalam kondisi basah kuyup oleh warga yang sedang melintas. Ternyata dia menunggu ayahnya. Setelah dicari, ternyata ayahnya sudah meninggal dunia tidak jauh dari lokasi sang anak,” ungkap Kapolsek Mentaya Hulu, Iptu Roni Paslah, dilansir indozone.id.

Kepada warga, bocah malang itu bercerita bahwa pada malam kejadian ia bersama ayahnya yang bernama Sami Amekan (20) hendak pulang ke rumah mereka di mes karyawan kebun sawit setelah berkunjung dari rumah kerabat mereka di Kruing Estate.

Dan setibanya di lokasi kejadian, jalan sedang terendam banjir dengan arus cukup deras akibat hujan. Karena kondisi itu, ayahnya memutuskan untuk turun dari sepeda motor, memeriksa jalan apakah bisa dilalui atau tidak.

Namun malang, korban diduga terpeleset dan kemudian terseret arus banjir sampai ke sungai, lokasi ditemukannya jenazah korban.

Sementara sang anak tidak mengetahui kejadian yang menimpa ayahnya karena kondisi kebun sangat gelap gulita. Sehingga anak korban tetap berada di tempat itu menunggu sang ayah hingga akhirnya ditemukan warga yang sedang melintas.


Like it? Share with your friends!