Tak Bisa Bayar Hutang, Ibu Rumah Tangga Ini Tewas ditembak Penagih Hutang di Rumahnya


Rekonstruksi kasus penembakan terhadap Siti Fauziah (35) yang dilakukan oleh tersangka Asgaburillah alias Sabil (34) di Polrestabes Palembang, Selasa (3/11/2020). Motif penembakan itu sendiri dilatarbelakangi utang Rp 30 juta.(DOK. HANDOUT) // Via : Kompas.com

PalingSeru –  Lagi-lagi karena hutang nyawa menjadi taruhannya. Seperti yan terjadi pada seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Siti Fauziah (35). Dalam rekontruksi yang doperagakan oleh pelaku, Asgaburillah alias Sabil (34) di Polretsbel Palembang akhinyta diketahui motif pembunuhan itu karena sabil yang kesal kepada korban yang tidak membayar hutang sebesar Rp. 30 juta kepada pelaku.

Dalam rekontruksi yang dilakukan Sabil, awalnya ia datang kekediaman korban di alan Wirajaya II, Nomor 503, RT 3, RW 02, Kelurahan Siring Agung, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang pada Senin (12/3/2020). Saat Sabil tiba di kediaman korban, keduanya sempat berbincang dan Sabil menanyakan perihal hutang tersebut. Namun, Siti mengaku jika saat itu ia tidak memiliki uang sehingga belum bisa membayar.

Sabil yang kesal mendengar pengakuan dari Siti kemudian emosi dan mengeluarkan senjata api rakitan dari pinggangnya. Sabil yang sudah tebakar api emosi itu mengancam akan menembak korban.

“Sudahlah nanti kena, saya makin kesal lalu saya tembak. Dia ini selalu berkelit,” kata Sabil saat melakukan rekontruksi, Selasa (3/11/2020).

Sabil langsung melarikan diri setelah menembak korban. Sementara, seorang Saksi bernama Sarmila mencoba membawa korban yang tergeletak bersimbah darah untuk di bawa ke rumah sakit. Namun, karena luka yang dialami Siti sangat parah sehingga nyawanya tidak bisa diselamatkan. Siti tewas sebelum mendapatkan perawatan.

Kasubag Humas Polrestabes Palembang, AKP Irene mengatakan, rekontruksi yang dilakukan oleh pelaku dengan 20 adegan itu dilakukan melengkapi berkas perkara tersangka.  Kemudian, berkas yang sudah lengkap itu dilimpahkan ke pihak Kejaksaan untuk selanjutnya menjalani proses sidang.

Akbat dari perbutannya itu, Sabil dikenakan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman maksimal hukuman mati. Ia ditangkap petugas ketika pulang ke rumahnya di Jalan Mesjid Sukamulia, RT 01, RW 02, Kelurahan Talang Betutu, Kecamatan Sukarami, Palembang, Sumatera Selatan, pada Senin (21/9/2020) kemarin.


Like it? Share with your friends!