Viral Jenazah Pasien COVID-19 Kedua Bola Matanya Hilang, Satgas: ‘Kabar itu tidak benar’


Video Jenazah Pasien Covid-19 Bola Mata Keluar di Probolinggo
Video Jenazah Pasien Covid-19 Bola Mata Keluar di Probolinggo

PalingSeru – Video jenazah pasie terkonfirmasi Covid-19 di Probolinggo, Jawa Timur mendadak viral di Instagram karena disebut kedua bola matanya tidak ada. Awalnya petugas melarang pihak keluarga untuk melihat jenazah. Namun, karena pihak keluarga memaksa dan yakin jika yakin almarhumah tidak punya riwayat kontak dengan pasien kopit, akhirnya jenazah diperlihatkan.

Saat dibuka ternyata jenazah dalam kondisi yang mengenaskan. Terlihat darah yang masih bercucuran dan kedua bola mata sudah tidak ada. Koordinator Satgas Pengamanan dan Penegakan Hukum Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto, mengatakan jika kondisi jenazah dalam video tersebut tidak benar.

“Jenazah pasien yang ‘katanya’ kena kopit di Probolinggo setelah dibuka ternyata kedua bola matanya sudah tidak ada, darah pun masih bercucuran (emoticon menangis). Petugas sempat melarang untuk melihat jenazah namun pihak keluarga memaksa karena yakin almarhumah tidak punya riwayat kontak dengan pasien kopit,” tulis akun @teluuur yang dilihat redaksi, Jumat (6/11/2020).

Ugas Irwanto juga menjelaskan bahwa pasien yang terkonfirmasi COVID-19 adalah Ny Mahmudah (49), warga Desa Alas Tengah, Paiton, Kabupaten Probolinggo. Pasien tersebut memiliki riwayat penyakit stroke pendarahan. Pasiien dirawat di RSUD dr Muhamad Saleh Kota Probolinggo sejak 2 September dan meninggal pada 5 September 2020.

“Saat sebelum meninggal, tensinya itu tinggi sehingga memecah pembuluh darah di otak. Posisi pecahnya pembuluh darah di otak itu maka dengan sendirinya menimbulkan pendarahan. Bisa melalui mata, hidung dan telinga serta mulut. Itu yang terjadi,” terangnya.

“Karena pasien positif, harus melalui protokol kesehatan. Karena di RSUD dr Muhammad Saleh, di peti itu ada yang berbeda dengan kabupaten. Kalau di kota rupanya jenazah tidak ada penahan kayu atau triplek untuk posisi miring. Kalau di kabupaten ada, jadi jika di ambulans ada goncangan maka tidak akan berubah,” tambahnya.

Karena hasil test yang dilakuakn pasien positif maka harus melalui protokol kesehatan. Ugas Irwanto juga memaklumi jika keluarga histeris. Naun, ia mengatakan jika pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Saat ini ada beberapa pertimbangan. Kayaknya ini akan kita selidiki. Tadi sudah rapat bersama Pak Waka Polres kalau dibiarkan membahayakan. Apalagi keluarganya, saudaranya yang ikut memandikan itu karena ada pendarahan itu bisa memberikan kesaksian,” paparnya sambil menyebut pihaknya juga akan melakukantracing kepada keluarga pasien.


Like it? Share with your friends!