Demi Bisa Makan Sehari Hari dan Bantu Ekonomi Orangtua, Pemuda ini Rela jadi Badut di Pinggir Jalan


Tidak ada rasa malu sedikitpun bagi Rizki melakoni badut jalanan. // Via : Dream.co.id

PalingSeru – Rizki remaja berusia 18 tahun terpaksa bekerja untuk bisa membantu perekonomian keluarganya. Tujuannya hanya satu yakni agar ia bisa terus melanjutkan sekolah an makan sehari-hari bersama 2 adiknya.

Rizki tidak merasa malu meskipun ia harus menjadi badut jalanan. Dibawah teriknya matahari yang menunjukkan pukul 12.21 WITA, Rizki terlihat berlenggak-lenggok di bawaj rindang pepohonan.

Badut  jalanan tersebut mencoba menarik perhatian oengguna jalan di kawasan Jalan Pangeran Untung Surapati, depan pusat belanja Big Mall. Anak-anak yang merasa terhibur dengan aksi sang badut terkadang melambaikan tangan dan memberikan tips uang yang nominalnya variatif mulai Rp. 2.000.

Diketahui Rizky merupakan salah satu sekolah kejuruan di Samarinda, Kalimantan Timur, jurusan teknik otomotif. Sudah dua bulan ini dia jadi badut jalanan, tidak ada rasa canggung sedikitpun bagi dia menjadi badut demi mendulang rupiah.

” Kalau habis belajar online pagi, saya siang jadi badut,” kata Rizki, mengawali perbincangan bersama merdeka.com di trotoar Jalan Pangeran Untung Surapati, Rabu, 18 November 2020 siang.

Dalam sehari, rata-rata Rizki bisa mendapatkan Rp 50 ribu-Rp60 ribu, dari pemberian sedekah pengguna jalan. Namun demikian, nominal itu, harus dia bagi lagi. Ia harus membagi pendapatannya dengan temannya.

” Saya dapat Rp30 ribu, teman saya dapat Rp20 ribu. Tidak apa-apa, harus disyukuri. Yang penting ada uang saya bawa pulang. Buat makan, buat adik-adik saya. Sesekali saya tabung, kalau ada sisa sedikit,” ungkap Rizki.

Sama seperti anak seusianya, Rizki juga memiliki cita-cita. Diakui Rizki ia memiliki cita-cita menjadi polisi. Namun, karena pada tahun 2016 ia pernah jatuh dari motor dan membuat tangan kanannya ngilu membuat ia harus mengubur cita-citaya itu sementara waktu.

” Saya punya cita-cita jadi polisi. Tapi waktu saya jatuh dari motor tahun 2016, tangan kanan saya jadi ngilu kalau angkat yang berat-berat. Tidak punya uang ke dokter, jadi saya berobat kampung, diurut-urut,” ungkap Rizki.


Like it? Share with your friends!