Temukan Uang Rp 15 Juta, Pemulung ini Rela Menunggu Pemiliknya Datang di Pinggir Jalan dari Pagi sampai Maghrib


via: today.line.me

Palingseru.com – Menemukan uang tanpa pemiliknya dianggap sebagai rezeki nomplok oleh sebagian orang. Tapi ternyata tidak bagi Mulyadi, pria 45 tahun asal Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Baginya, uang yang ditemuinya di suatu lokasi tidak etis bila dijadikan sebagai hak miliknya, sehingga harus dikembalikan jika menemukan pemiliknya.

Hal itu pula yang ia lakukan ketika menemukan sebuah dompet berisi uang Rp 15 juta.

“Itu kejadiannya tahun 2018, saat saya panggil (pemilik dompet) tidak mendengar,” terangnya.

“Uangnya banyak, saya lalu mikir kalau uang sebanyak ini pasti untuk kebutuhan yang penting, akhirnya saya tunggu sampai pemiliknya mengambil,” lanjut dia.

Tak main-main, pria yang berprofesi sebagai pemulung ini sampai menghabiskan waktu belasan jam demi menunggu kedatangan pemilik dompet tersebut.

“Akhirnya orangnya kembali, dia orang Klaten. Saya dikasih imbalan tapi tidak mau, saya ikhlas,” kata Mulyadi.

Ternyata, insiden menemukan dompet atau barang berharga di jalanan sudah sering dialami oleh Mulyadi. Dan sebanyak itu pula, ia menunggu kedatangan pemiliknya.

“Setiap ada barang jatuh saya tunggu sampai pemiliknya mengambil, walaupun saya pemulung tapi saya mencoba jujur dan tidak mau mengambil milik orang lain,” ucapnya.

Hal menakjubkan lainnya dari sisi Mulyadi ternyata tidak sebatas itu saja. Seperti dilansir today.line.me, selama dua tahun terakhir Mulyadi melakukan aksi luar biasa, menambal jalanan yang rusak dengan semen menggunakan uang pribadinya dari hasil memulung.

Tanpa pamrih, Mulyadi menambal jalan-jalan yang berlubang serta membersihkan jalan yang biasa dilewatinya, diantara di kawasan Goro Assalam.

via: today.line.me

Aksi menambal jalan itu ternyata dimulai dari pengalaman kurang mengenakkannya ketika melintas di sekitar lokasi menggunakan sepeda onthel buntutnya.

“Dua tahun lalu saat saya pulang merosok lewat jalan sini, saat itu jalannya masih sempit, pas saya simpangan dengan mobil dan jalan ini rusak saya jatuh terjungkal. Saat itulah hati saya terketuk untuk membenahi jalan ini. Saya ingin menolong sesama manusia, karena saya tidak punya uang, saya hanya punya tenaga untuk membenahi jalan ini,” tutur dia.


Like it? Share with your friends!