Viral Azan Berisi Ajakan Jihad, MUI: Azan Tak Boleh Diubah Jadi Ajakan Jihad


via: indozone.id

Palingseru.com – Media sosial baru-baru ini dihebohkan dengan video yang menangkap aktivitas dari kelompok ajaran sesat.

Dalam video viral, tampak seorang muazin mengumandangkan azan dengan menyematkan kalimat bertentangan dengan ajaran Nabi Mujammad SAW, yakni ‘Hayya Alal Jihad’ atau ‘Mari Berjihad’.

Tidak berhenti sampai di situ, sekelompok jamaah di belakangnya kemudian menyerukan takbir sembari mengacungkan senjata tajam berupa parang.

Aksi kelompok ini langsung menuai perhatian dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Cholis Nafis, selaku ketua MUI langsung angkat bicara mengenai video viral azan tersebut.

“Redaksi azan itu tak boleh diubah menjadi ajakan jihad. Karena itu inadah yang syifatnya tauqifi,” tegasnya.

“Azan itu sebenarnya panggilan untuk memberi tahu waktu salat dan melakukan salat jamaah di Masjid. Meskipun syariat masih menganjurkan kepada selain shalat, seperti sunnah mengazani anak yang baru lahir atau saat jenazah diturunkan ke liang kubur,” terang Cholis.

Adapun penambahan pada lafaz azan, dilanjutkan Cholis, boleh dilakukan bila ada sesuatu yang menghalangi jamaah untuk datang ke Masjid.

Seperti di zaman Nabi Muhammad dahulu.

“Maka di zaman Rasulullah SAW pernah dilakukan penambahan atau perubahan redaksi azan manakala ada uzur yang menghalangi masyarakat datang ke Masjid, seperti hujan deras dan angin kencang. Azan diubah dengan pemberitahuan dalam redaksi azannya bahwa masyarakat diminta untuk salat di rumahnya,” ungkap Cholis, dilansir newsdetik.com.

Pun demikian dengan yang pernah dilakukan muazin di sebuah Masjid di Kuwait, yang meminta para jamaah untuk shalat di rumah karena merebaknya wabah Covid-19.

Seruan azan yang terabadikan dalam video itu mendengarkan suara tangis pilu sang muazin yang tak mampu menahan rasa sedihnya karena tak memanggil jamaah untuk datang ke Masjid.


Like it? Share with your friends!