Hati-Hati! Jangan Sampai Kamu Terlibat Dalam 4 Jenis Hutang Ini, Bisa Bikin Sengsara


Jangan pernah langsung percaya, pahami aturan-aturan ini sebelum meminjamkan uang kepada siapa pun. // Via : Liputan6.com

PalingSeru – Hutang merupakan suatu hal yang bisa menimbulkan dampak positif atau negatf layaknya dua sisi mata pisau. Dampak yang diberikan oleh penghutang maupun pihak pemberi hutang itu tergantung dari penggunaan dan penghasilan yang dimiliki. Jika Anda menggunakannya untuk menghasilkan keutungan kembali, maka membayar hutang bukan menjadi suatu masalah.

Namun, sebaliknya jika hutang tersebut tidak memiliki penghasilan mka uang hasil hutang itu akan menyusahkan diri sendiri. Seperti yang dilansir dari Liputan6.com, lebih baik kita menghindari empat jenis hutang berikut ini agar tidak merugikan diri sendiri.

1. Hutang Untuk Berfoya-Foya

Jika kalian berhutang jensi ini maka akan memberikan dampak yang negatif dan bersifat menyusahkan diri sendiri bahkan orang lain. Hal ini karena utang ini ditujukan untuk memenuhi nafsu duniawi dan keegoisan diri tanpa memikirkan sebab akibat yang akan ditimbulkan. Nafsu duniawi berupa keinginan untuk liburan, bela**a, dan hal-hal lainnya yang mengeluarkan banyak biaya.

Karena hutang ini, tentuya Anda akan mengalami kesusahan untuk melunasi utang karena pengeluaran yang banyak dan penghasilan tidak cukup. Oleh karena itu, hindarilah utang jenis ini sebisa mungkin. Namun jika sudag terlanjur, maka carilah pekerjaan tambahan yang dapat mendukung keuangan Anda.

2. Hutang Untuk Pelunasan Utang Lain

Jenis hutang ini memiliki tujuan untuk melunasi hutang lainnya dengan cara menghutang kembali. Sisi buruknya adalah hutang ini tidak akan menghasilkan apa pun, karena Anda tetap akan memiliki utang meskipun utang sebelumnya telah lunas.

Jika dipikir-pikir hal ini akan tetap membuat Anda terikat dengan utang, karena tidak ada solusi yang baik dalam melunasinya. Oleh karena itu, jika Anda sudah terlanjur memiliki utang sejenis ini, maka carilah penghasilan tambahan yang bisa membantu Anda keluar dari siklus utang seperti ini.

3. Hutang Untuk Tabungan

Agar bisa menghindari jenis huutang yang satu ini, Anda harus mengerti dulu bahwa kartu kredit dan kartu debit merupakan dua jenis kartu yang berbeda. Kartu kredit digunakan sesuai dengan isi tabungan yang Anda miliki. Sedangkan, penggunaan kartu kredit yang berlebihan limitya maka akan menyebabkan Anda dikenakan denda dan bunga yang akan merugikan Anda. Maka darii itu, penggunaan kartu kredit harus digunakan dengan sebijak mungkin. Selain itu, milikilah tabungan yang nantinya bisa digunakan untuk hal-hal yang tidak terduga.

4. Hutang Yang Bersifat Impulsif

Hutang implusif dapat diajukan tanpa memiliki perencanaan apa-apa sehingga untuk melunasinya akan membuat Anda kesusahan sendiri. Biasanya hutang ini diajukan karena diprospek marketing bank. Padahal sebenarnya, Anda belum memiliki kebutuhan dan perencanaan tertentu. Selain itu, memutuskan jumlah plafon dan masa tenor juga tidak dipertimbang secara matang, sehingga membuat Anda kesusahan sendiri.

Oleh sebab itu, dalam  mengajukan hutang sebaiknya Anda memikirkan baik-baik berapa jumlah plafon yang dibutuhkan dan untuk menghindari bunga yang terlalu banyak, pilihlah tenor waktu yang pendek. Agar bisa terhindar dari hutang jenis ini, Anda perlu bijak dan membatasi diri terhadap marketing-marketing bank yang bisa membahayakan kondisi keuangan Anda.


Like it? Share with your friends!