Ditahan Tiga Hari Karena Dituduh Curi Ponsel, Pasangan Suami Istri ini Disuruh Membayar Uang Damai Sebesar Rp 35 Juta


via: news.okezone.com

Palingseru.com – Nasib malang dan apes ini menimpa pasangan suami istri, Muhammad Fajar (25) dan Siti Nuraisyah (26), warga Kecamatan Medan Area, Kota Medan.

Niatan baik mereka untuk mengembalikan smartphone jenis android yang ditemukan di toko pakaian Suzuya Tanjung Morawa pada 26 Desember 2020 lalu malah berujung penahanan.

Oleh petugas Polsek Tanjung Morawa, Nuraisyah dan Fajar dituding telah melakukan tindak pencurian.

Padahal, saat penemuan handphone tersebut, Nuraisyah dan suaminya sempat menunggu lama di lokasi, berharap pemilik HP datang mengambil.

“Tapi karena sudah larut malam dan tidak ada juga orang yang datang mengambil, HP itu kemudian saya bawa pulang ke rumah dengan harapan ada orang yang menelepon,” kata Nuraisyah.

Satu minggu lamanya menunggu, tepatnya pada Rabu (6/1/2021), Nuraisyah akhirnya memutuskan mendatangi Polsek Tanjung Morawa untuk menyerahkan HP tersebut agar selanjutnya diproses oleh petugas.

Tapi tanpa dia duga, HP dengan ujung 555 itu milik oknum anggota Polri yang bertugas di Polsek Tanjung Morawa atas nama Musliadi Tanjung, mengutip Okezone.com. Dari sinilah, ia dan suaminya dituduh mencuri, dan selanjutnya ditahan selama tiga hari.

“Di dalam BAP saya dipaksa untuk mengaku mencuri,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, juru periksa (juper) yang memediasi juga meminta uang Rp 20 juta untuk damai secara kekeluargaan, dan cabut perkara Rp 15 juta, sehingga total uang yang harus dikeluarkan Nuraisyah sebanyak Rp 35 juta.

“Saya kaget, ini HP yang saya temukan tidak segitu harganya. Niat saya bagus mau mulangkan HP kok malah seperti ini. Tuduhan mereka HP itu saya matikan, padahal HP tidak ada saya matikan,” kata ibu muda tersebut.

Atas kejadian yang dialaminya, Nuraisyah sudah menunjuk seorang kuasa hukum bernama Roni Prima Panggabean untuk membantunya mendapat keadilan.

“Yang menjadi dasar hukumnya kenapa Polsek Tanjung Morawa menahan korban atas tuduhan pencurian dengan pemberatan. Polisi itu penolong masyarakat, kemana korban ini mengadu. Kami akan melaporkan ini ke Bid Propam Polda Sumut, karena ini telah mencederai Polri,” kata Roni.


Like it? Share with your friends!