Kisah Anak Orang Kaya Yang Malah Dipaksa Untuk Jadi Orang Mikin Oleh Keluarganya


Via : liputan6.com

PalingSeru – Seorang anak miliarder di India, dididik dengan cara jauh dari kemewahan. Ia adalah Hitarth Dholakia anak dari miliarder India pemilik bisnis berlian yang memiliki kekayaan hingga US$ 935 juta atau setara Rp 12,4 triliun (estimasi kurs Rp 13.350). Ayahnya mengirim dirinya ke ke daerah pedalaman India setelah Hitarth lulus kuliah.

Bukan tanpa alasan ayahnya melakukan hal itu. Sang ayah ingin, anaknya bisa belajar untuk hidup dalam kesederhanaan layaknya orang pada umumnya. Diketahui, Hitarth merupakan lulusan dari universitas ternama di New York, Amerika Serikat. Kemudian, ia pulang ke kampung halamannya di Mumbai, India setelah menyelesaikan perkuliahannya pada bulan Juni lalu.

Keinginannya untuk bisa menghabiskan waktu bersama keluarga setelag lulus kuliah harus hilang seketika. Ia sangat terkejut saat diminta untuk membiayai kehidupannya sendiri dan tinggal di pedalaman. Pria 23 tahun ini pun akhirnya mengikuti perintah yang ditujukan kepadanya dengan berat hati.

Saat itu, pihak keluarga hanya memberinya bekal uang sebanyak 500 rupee atau setara Rp 100 ribu. Kemudian, Hitarth pun pergi merantau ke pedalaman India di desa bernama Hyderabad. Sesampainya di sana pada bulan Juli lalu, ia tidak memiliki kenalan dan tempat tinggal.

“Saya tidak tahu kota, budaya, dan bahasanya. Saya takut, tapi yakin. Dengan uang di dompet dan tak ada telepon, saya tiba di Hyderabad dan mulai hidup baru,” kata dia.

Hitarth mengaku mencari pekerjaan baru setiap minggu untuk memenuhi keperluan makanan, tempat tinggal, dan kebutuhan harian. Di tempat perantaunnya itu, ia juga tidak bisa mmenggunakan nama keluarga atau hal lain yang berkaitan denga identitas aslinya.

Demi bisa bertahan hidup, ia sudah mencoba berbagai pekerjaan. Hitarth pernah bekerja sebagai pegawai SPBU dengan bayaran 100 rupee. Untuk bisa memenuhi kebtuhan hidupnya, Hitarth mengaku sudah gonta-ganti pekerjaan sebanyak empat kali.

Tempat yang ia tinggali di kota itu jauh dari kata mewah. Ia harus tinggal di rumah singgah dengan membayar swewa 89,85 rupee atau Rp 18.725. Bahkan dalam rumah sinnggah itu, ia harus berbagi bersama 17 orang penghuni lainnya.


Like it? Share with your friends!