Kisah Miris Gadis Yatim Tewas dengan Tubuh Tertancap Bambu, Ternyata Sejak Bayi Ditinggal Orangtua


Liang lahat yang akan digunakan untuk memakamkan Weni Tania (21) di Sucinaraja, Garut.
Liang lahat yang akan digunakan untuk memakamkan Weni Tania (21) di Sucinaraja, Garut.

Weni Tania (21), gadis asal Kampung Ciloa Tengah, RT 003/RW 003, Desa Sindangratu, Kecamatan Wanaraja ditemukan tewas mengenaskan di selokan kecil dekat pabrik. 

Tubuh korban ditemukan tergeletak pada Jumat (7/2/2021) dalam kondisi tertancap bambu di bagian belakang tubuhnya.

Weni merupakan anak yatim dan ibunya bekerja sebagai tenaga kerja wanita (TKW) di Arab Saudi.

Sementara ayahnya sudah meninggal dunia.

Weni dikenal sebagai gadis yang mandiri dan pendiam.

Sebuah postingan diduga milik Weni Tania.

Pada Juni 2020, Weni Tania sempat mengungkapkan rasa rindunya kepada sang ayah.

Weni Tania mengunggah foto seorang bapak-bapak yang mengenakan peci.

Kemudian, di kolom caption, akun Weni menulis, “Kangen alm Ayah.”

Dikutip dari TribunJabar, kerabat korban, Ai Kusmiati (40), Weni sudah tidak hidup dengan orang tua sejak umur 1 tahun.

Orangtuanya bercerai dan ayahnya meninggal dunia.

“Sejak ibunya bercerai, ia sudah ditinggal sejak umur satu tahun, ibunya berangkat ke Arab Saudi sebagai TKW,” katanya, Sabtu (6/2/2021).

Ai menjelaskan,sejak saat itu Weni hanya diurus oleh bibi dan neneknya, ia tumbuh tanpa hadirnya orangtua di usia yang sedang membutuhkan kasih sayang Ibu dan ayahnya.

“Kadang, ya di rumah neneknya, kadang juga di sini di rumah bibi dan uwa nya, ya bisa dikatakan dia hidup tanpa perhatian langsung orangtua kandung,” ucapnya.

Sejak saat itu, Weni hanya bergantung pada keluarga dari ibunya, Ai menjelaskan Weni tumbuh menjadi orang yang pendiam.

“Kalo mamahnya pulangnya dia (Weni) mah biasa-biasa saja, cuek. Diajak main juga tidak pernah mau, malahan kalo sakit juga diam saja, dipaksa diajak ke dokter juga,” ucapnya


Like it? Share with your friends!