Keluarga dari Korban Meninggal Tertabrak Bus Agra Mas di Sukoharjo Bingung Ganti Motor Tetangga


Prosesi pemakaman Deviena Wahyu Ek Pratiwi korban tabrakan bus Agra Mas di Kelurahan Begajah, Kecamatan / Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (20/2/2021). Editor: Asep Abdullah Rowi
Prosesi pemakaman Deviena Wahyu Ek Pratiwi korban tabrakan bus Agra Mas di Kelurahan Begajah, Kecamatan / Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (20/2/2021). Editor: Asep Abdullah Rowi

Sepeda motor yang dipakai Deviena Wahyu Eka Pratiwi saat insiden kecelakaan maut dengan bus Agra Mas ternyata bukan miliknya.

Sepeda motor tersebut diketahui milik tetangga teman korban.

Motor dipinjam saat korban dan temannya hendak berangkat ke sekolah.

Hal itu diungkapkan Paman Deviena, Saeran Agung Darmanto.

“Kebetulan sepeda motor dapat pinjam. Yang pinjam temannya dari tetangga,” ungkap Saeran kepada TribunSolo.com, Sabtu (20/2/2021).

Saeran mengungkapkan pihak keluarga saat ini tengah bingung untuk nasib sepeda motor tersebut.

Apalagi, keluarga Deviena bukan orang berada.

Orang tuanya berprofesi sebagai seorang penjual ayam goreng dan ibunya pegawai pabrik.

“Saya juga tidak tahu. Jalannya ke depan seperti apa,” kata Saeran.

“Belum tahu langkah-langkahnya,” tambahnya.

Ayah Dapat Kabar

Wahyudi, ayah Deviena Wahyu Eka Pratiwi tidak pernah menyangka anak sulungnya akan meninggalkannya selama-lamanya.

Korban tabrakan sepeda motor dengan bus Agra mas itu menghembuskan napas terakhirnya, Jumat (19/2/2021) pukul 22.00 WIB.

Ia meninggal seusai menjalani perawatan di RSUD Ir Soekarno Sukoharjo kurang lebih 12 jam.

Paman Deviena, Saeran Agung Darmanto mengatakan saat kejadian maut yang merenggut nyawa korban, Wahyudi tengah berada di rumah.

Ia tidak membuka lapak jualan ayam gorengnya di Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo.

“Bapaknya libur, sakit karena kecapaian,” kata Saeran kepada TribunSolo.com, Sabtu (20/2/2021).

Sebelum kejadian, Saeran mengungkapkan korban sempat berpamitan ke Wahyudi.

Korban berpamitan hendak ke sekolah mengambil tugas bersama teman-temannya.

Setelah berpamitan, korban bergegas ke rumah temannya dengan mengayuh sepeda angin.

Korban dan temannya kemudian berangkat ke sekolah menggunakan sepeda motor pinjaman.

Kejadian maut yang menimpa Deviena terjadi saat ia dan temannya pulang selepas dari sekolah.

Sepeda motor yang mereka tumpangi ditabrak bus Agra Mas yang melaju kencang dari arah wonogiri.

“Temannya luka ringan sekarang dirawat di RSUD Ir Soekarno, sementara keponakan saya luka berat dan meninggal dunia,” ucap Saeran.

Isak Tangis Pecah

Tangis keluarga mewarnai rumah duka saat keranda jenazah Deviena Wahyu Eka Pratiwi perlahan meninggalkan rumah duka.

Saat itu keranda yang berisi jenazah gadis 16 tahun itu, berada di Kampung Katen RT 03 RW 04, Kelurahan Begajah, Kecamatan/Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (20/2/2021).

Devi merupakan korban tabrakan saat motor yang kendarainya dihantam bus Agra Mas dibawa menuju pemakaman Astanalaya Kampung Katen Begajah.

Keranda jenazah dibawa oleh empat orang dari perwakilan warga dan keluarga.

Seorang tampak membawa payung berwarna hijau memayungi keranda jenazah.


Like it? Share with your friends!