Akibat Lempar Pabrik Tembakau 4 Ibu Rumah Tangga Ditahan, 2 Balita Juga Ikut Di Sel


via : Kompas.com

PalingSeru – Akibat melempar pabrik tembakau UD Mawar milik Suhardi pada 26 Desember 2020 lalu, keempat perempuan asal Desa Wajageseng, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, harus mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Praya sejak Rabu (17/2/2021).Dua diantaranya memiliki balita dan terpaksa ikut serta ke Rumah Tahanan (Rutan) Praya Lombok Tengah.

Ismayadi (41) ayng merupakan suami dari salah satu warga yang ditahan mengaku bingung untuk menjelaskan kepada anak-anaknya alasan sang ibu ditahan. Karena bingung memberikan penjelasan kepada anaknya yang terus menanyakan kebaradaan ibunya, Ismayadi lantas mengatakan jika ibu mereka, Fatimah masih pergi beroobat.

“Saya bingung, anak saya tanya ibunya terus. Saya katakan ibunya masih berobat, karena anak- anak terbiasa bersama ibunya, “ kata Ismayadi kepada Kompas.com di kediamannya, Sabtu (20/2/2021).

Saat sang istri dalam pemeriksaan, Ismayadi sempat berada di Kantor Kejaksaa Negeri Lombok Tengah. Saat itu ia diminta untuk menandatangani surat penangguhan penahanan, namun ia tidak berani dan tidak mengerti tentang hukum hingga ia tidak menandatangani surat tersebut.

“Saya tidak paham apa yang harus saya tandatangani. Tidak ada yang tahu hukum saat istri saya dan tiga ibu lainnya diperiksa. Tahu-tahunya mereka sudah dibawa ke sel tahanan polsek,” kata Ismayadi.

Agustino (23) yang merupakan suami dari Martini perempuan yang juga ditahan itu sempat menjenguk sang istri di Rutan Praya, Sabtu sore. Namun, ia mengaku tidak bisa bertemu karena jam besuk sudah tutup. Ia terkejut kerena sang istri ditahan saat sedang bekerja.

“Saya biasa lihat anak saya yang masih balita masin di rumah. Sekarang dia dipenjara bersama ibunya, sakit rasanya dada saya,” kata Agustino.


Like it? Share with your friends!