Cerita Mbah Sariyo, Pedagang Piring Bekas yang dikerjai orang, Diberi Bungkusan Plastik Berisi Potongan Koran


KOMPAS.com/LABIB ZAMANIMbah Sariyo (86) penjual piring dan gelas bekas yang diprank bungkusan plastik hitam berisi potongan kertas oleh orang tak dikenal saat ditemui di rumahnya, Selasa (23/2/2021)
KOMPAS.com/LABIB ZAMANIMbah Sariyo (86) penjual piring dan gelas bekas yang diprank bungkusan plastik hitam berisi potongan kertas oleh orang tak dikenal saat ditemui di rumahnya, Selasa (23/2/2021)

Nenek berusia 86 tahun bernama Sariyo menjadi korban prank orang tak dikenal di Kawasan Jalan Veteran tepatnya di barat lampu merah Patung Tembak Solo, Jawa Tengah.

Aksi “mengerjai orang” yang dialami Mbah Sariyo hingga viral di media sosial. Salah satunya diunggah dalam akun Instagram @energisolo.

Peristiwa itu dialami warga RT 002, RW 010 Kampung Prenggolayan, Kelurahan Tipes, Kecamatan Serengan, Solo, pada Senin (15/2/2021).

Mbah Sariyo yang sedang istirahat usai keliling menjual piring dan gelas bekas, tiba-tiba didatangi oleh dua orang laki-laki dan perempuan.

Kedua orang itu kemudian memberi Mbah Sariyo bungkusan plastik hitam. Namun, apa isi dalam bungkusan plastik hitam itu Mbah Sariyo tidak tahu.

Mereka mengatakan kepada Mbah Sariyo ingin memberi rejeki kepada dirinya. Mereka juga berpesan kepada Mbah Sariyo agar tidak membukanya sebelum mereka pergi. 

Mbah tak wenehi rejeki nggo belonjo, nggo kulakan (mbah saya kasih rejeki untuk bela**a, kulakan). Ning nek kulo dereng tebih ampun dibuka (tapi kalau saya belum jauh jangan dibuka),” kata Sariyo menirukan kedua orang tak dikenal itu saat ditemui Kompas.com di kediamannya, Solo, Jawa Tengah, Selasa (23/2/2021).

Setelah kedua orang tak dikenal itu pergi, Mbah Sariyo membuka bungkusan plastik hitam itu. Bukannya uang, justru bungkusan plastik hitam tersebut berisi potongan kertas koran.

“Setelah mereka jauh saya buka plastik itu. Isinya itu potong-potongan kertas koran,” ucap Mbah Sariyo.

Dia tidak menduga ada orang yang mengerjai dirinya. Mbah Sariyo tidak melaporkan kejadian itu ke polisi.

Mbah Sariyo berharap kedua orang yang telah mengerjainya tersebut dengan penuh kesadaran hati datang ke rumahnya untuk meminta maaf.

“Sebenarnya saya kecewa. Orangtua kok dibohongi. Tapi ya sudah Gusti Allah yang balas. Semoga yang melakukan itu segera meminta maaf,” ungkap dia.

Lebih lanjut, Mbah Sariyo menceritakan sudah 30 tahun berjualan piring dan gelas bekas berkeliling kampung.

Jika belum ada yang terjual, Mbah Sariyo menjual piring dan gelas bekas ke Pasar Gading dan Pasar Harjodaksino.

“Saya dulu jualannya keliling kampung. Kalau tidak terjual saya bawa ke pasar. Harga satu gelas Rp 1.000, mangkuk Rp 5.000 dan sendok Rp 1.000,” tutur dia.

Sementara itu, anak perempuan Mbah Sariyo, Suryani (51) mengatakan prihatin dengan kejadian yang menimpa ibunya.

Dia tak menyangka ada orang yang tega mengerjai orangtua dengan memberi bungkusan plastik berisi potongan kertas koran.

“Semoga orang yang mengerjai segera meminta maaf,” ungkap Suryani.

Setelah kejadian itu, Suryani meminta ibunya untuk tidak berjualan lagi. Ia tidak ingin kejadian yang dialami oleh ibunya tersebut terulang.

“Saya minta libur dulu. Kalau ibu ke mana-mana saya ikuti dan dampingi,” ujar dia.


Like it? Share with your friends!