Kades di Sumsel Terancam Hukuman Mati, Gara gara Gunakan Dana Covid-19 untuk Berj**i


Kepala desa di Sumsel terancam hukuman mati karena gunakan dana Covid-19 untuk berjudi (Foto: Era Neizma)
Kepala desa di Sumsel terancam hukuman mati karena gunakan dana Covid-19 untuk berjudi (Foto: Era Neizma)

Askari (43), Kepala Desa Sukowarno Kabupaten Musi Rawas (Mura), Sumatera Selatan (Sumsel) terancam hukuman mati setelah menggunakan dana pencegahan Covid-19 yang bersumber dari dana desa untuk bermain j**i.

Hal tersebut disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Lubuklinggau, Yuriza Antoni, dalam dakwaannya saat persidangan di Pengadilan Negeri Palembang Kelas 1 A Khusus, Senin 1 Maret 2021 sore.

Dijelaskan Yuriza, terdakwa yang menjabat sebagai Kades Sukowarnopada Mei 2020 telah menggunakan dana desa tahap 2 dan 3 senilai Rp187,2 juta untuk membayar utang pribadi dan berj**i.

“Padahal, salah satu peruntukan dana itu seharusnya untuk pencegahan dan penanggulangan corona bagi warga setempat dan dibagikan Rp600 ribu per kepala keluarga,” katanya.

Di hadapan majelis hakim yang diketuai Sahlan Effendi, JPU menjerat terdakwa dengan Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 3 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 18 UU Nomor 20 Tahun 2001.

“Sebagaimana pasal yang didakwakan maka terdakwa diancam pidana penjara maksimal 20 tahun,” katanya.

Kemudian, merujuk kepada Peratruran Presiden RI Nomor 11 Tahun 2020 tentang penyalahgunaan dana penanggulangan corona (Covid-19), maka terdakwa dapat terancam hukuman mati.

Sementara itu, penasihat hukum terdakwa, Supendi, tidak mengajukan eksepsi atau keberatan atas dakwaan yang disampaikan JPU. Meski begitu, majelis hakim memutuskan untuk menunda persidangan untuk dilanjutkan pada agenda pemeriksaan saksi-saksi pekan depan.


Like it? Share with your friends!