Padahal Sudah diberi Tumpangan Selama 2 Bulan, Suami malah Pergoki Istrinya Lagi Berudaan dengan Temannya di Kamar


via: tribunnews.com/Ilustrasi

Seorang suami berinisial SR (21) memergoki istrinya sedang berduaan dengan pria lain di kamar.

Ternyata pria tersebut adalah SR yang sudah numpang dua bulan di rumahnya.

Sakit hati melihat kejadian itu, SR yang gelap mata kemudian menusuk korban hingga tewas.

Pria yang menjadi selingkuhan sang istri adalah temannya sendiri, Musrizal (27).

Musrizal diketahui sudah dua bulan menumpang tinggal di rumah SR dan istrinya.

Disampaikan oleh Paur Humas Polres Rokan Hulu Ipda Refly, kejadian bermula pada Kamis (18/3/2021), saat itu, pelaku mendengar kabar bahwa korban telah berhubungan intim dengan istrinya di rumahnya sendiri.

“Karena curiga, pelaku pun pulang ke rumah dan langsung memergoki korban tengah berduaan dengan istrinya di dalam kamar di rumahnya dengan pintu kamar yang terkunci dari dalam,” kata Paur pada Jumat (19/3/2021).

Pelaku yang sudah kadung sakit hati kemudian mendobrak dan memaksa masuk kedalam kamar tersebut sambil menenteng sebilah pisau.

Begitu pintu kamar berhasil dibuka, pelaku langsung masuk dan menyerang korban dengan menikamnya dengan pisau.

“Korban yang berlumuran darah kemudian dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, sayangnya tidak berhasil diselamatkan,” sebutnya.

Tak berapa lama, pelaku yang tidak berusaha lari langsung diamankan oleh polisi tanpa perlawanan apapun.

Di hadapan penyidik, pelaku mengaku sakit hati atas tindakan korban yang sudah menumpang di rumahnya selama dua bulan belakangan itu.

“Pelaku mengaku sakit hati. Lantaran dia sudah menumpangkan korban di rumahnya selama dua bulan. Namun, justru istri pelaku malah ditiduri oleh si korban,” sampainya.

Atas tindakan tersebut, pelaku dijerat dengan Pasal 351 ayat 3 KUH Pidana atas tindakan penganiayaan hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

Saat ini, pelaku sudah diamankan di Mapolsek Kunto Darussalam beserta sebilah pisau yang digunakan pelaku saat menikam korban.

“Pelaku sangat koperatif dan mengakui perbuatannya sebagai sebuah kesalahan yang didasari atas perasaan sakit hati,” papar Paur.

“Dia juga tidak melakukan perlawanan ataupun berusaha kabur usai melakukan aksinya terhadap korban,” tandasnya.


Like it? Share with your friends!