Lihat Evakuasi Kecelakaan, Pria Ini Malah Tewas Tertimpa Truk


Truk yang menewaskan Meriyansyah di Muara Enim (foto: Edwinsah Satria)
Truk yang menewaskan Meriyansyah di Muara Enim (foto: Edwinsah Satria)

Meri Yansyah (34) warga dusun I Desa Lingga, Kecamatan Lawang Kidul menjadi korban tertimpa truk, pada Senin 29 Maret 2021, sekira pukul 23.00 WIB. Korban saat itu sedang melihat evakuasi truk, yang sebelumnya kecelakaan tak jauh dari rumahnya di Jalan Lintas Baturaja.

Sebelumnya kejadian tersebut, ada sebuah truk berwarna orange dengan nopol A 9195 X terguling di dekat rumahnya, dimana truk tersebut di evakuasi menggunakan alat berat. Saat evakuasi truk sudah dalam posisi semula menapak di aspal, namun dari arah belakang ada L 300 dan dibelakangnya lagi ada truk berwarna hijau dengan Nopol BG 8240 OG melaju dari arah belakang dengan kecepatan tinggi menabrak hingga truk yang sebelumnya diangkut alat berat kembali terguling.

Korban yang sedang melihat kabel listrik guna memastikan tidak terkena alat berat langsung tertimpa truk yang baru saja dievakuasi. Korban tertimpa truk dan baru bisa diselamatkan setelah alat berat membantu mengangkut truk tersebut. Korban di larikan ke Rumah Sakit Bukit Asam Medika namun nyawanya tak terselamatkan.

Korban langsung di makamkan di pemakaman keluarga tidak jauh dari kediamannya di Dusun I Desa Darmo. Nampak istri korban, Desi Efanti (32) menangis histeris dihadapan makam suaminya.

Saksi Andi Supriyanto (36) mengatakan, saat itu dirinya bersama korban membantu evakuasi truk yang sejak enam hari lalu terguling.

“Terguling sudah lama dan tidak diangkat angkat, nah sekarang diangkat, saya bersama Miri ini melihat untuk membantu karena rumah kami dekat dengan lokasi,” ujarnya.

Dalam peristiwa tersebut, Andi mengaku bahwa korban yang masih ada hubungan keluarga ini mengatakan bahwa ingin melihat evakuasi agar bisa tidur nyenyak.

“Dia bilang biar bisa tidur nyenyak, lalu kami ke lokasi membantu evakuasi,” terangnya.

Dirinya dan korban melihat kabel memastikan agar alat berat tidak menyentuh kabel listrik dan kondisinya masih aman kala itu.

“Sudah aman, kabel tidak tersentuh, dan truk sudah ada di posisinya, tak lama dari itu ada mobil L300 dan truk di belakangnya langsung terdengar suara hantaman dan kami langsung menyelamatkan diri,” tuturnya.

Korban yang tidak sempat menyelamatkan diri langsung tertimpa truk, dan semua orang yang berasa di lokasi berusaha menyelamatkan korban.

“Disana masih ada alat berat yang membantu mengangkat truk, Miri berhasil di selamatkan dan saya pingsan jadi tidak tau lagi kejadian setelah itu,” ungkapnya.

Warga lainnya, Firmansyah yang berada di lokasi mengatakan korban dibawa ke rumah sakit bukit asam dan meninggal di rumah sakit. “Saat diselamatkan masih ada, meninggal di rumah sakit,” terangnya.

Truk hijau yang menabrak menurutnya melaju dengan kecepatan tinggi padahal jalan sedang ramai karena banyak orang mengatur lalu lintas. Truk hijau yang menabrak posisinya berada di belakang truk orange yang di evakuasi, tapi karena menutup jalan maka dipinggirkan ke seberang jalan menggunakan alat berat.

“Jadi posisinya memang menghadap ke arah berlawanan karena sudah dipinggirkan, itu isi batubara dari truk hijau,” bebernya.

Tokoh masyarakat setempat, Sulbahri mengharapkan kepada pihak terkait agar kiranya angkutan batubara ini tidak melalui jalan negara provinsi dan kabupaten, dan segera membuat jalan khusus.

“Agar tidak terjadi kecelakaan serupa yang merugikan masyarakat dan lingkungan, karena akhir-akhir ini dengan banyaknya angkutan batubara yang melalui jalan negara mengakibatkan seringnya terjadi kecelakaan,” tegasnya.

Sulpani (64) yang merupakan ayah korban Meri Yansyah mengatakan bahwa tidak ada firasat anaknya akan meninggal dalam peristiwa ini.

“Cuma memang, temannya tempatnya bekerja di Ulima Nitra (UN) mengatakan akhir akhir ini Meri agak diam dan acuh, biasanya ramah dan suka berbicara,” tuturnya.

Dirinya merasa sangat bersedih karena Anak sulungnya tersebut masih muda dan memiliki istri dan anak anaknya yang masih kecil.

“Dia punya anak dua, pertama sembilan tahun dan yang kedua empat tahun,” ungkapnya dengan suara pelan.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Muara Enim, AKP Desi Ariyanti membenarkan bahwa telah terjadi lakalantas di jalan lintas baturaja.

“Kejadian melibatkan truk bermuatan batubara BG 8240 OG yang dikemudikan Yulihan melaju dari baturaja ke arah tanjung enim,” ungkapnya.

Lalu, truk tersebut mendahului mobil L300 BG 8208 DP yang dikemudikan Alamsyah yang sedang berhenti, truk menyerempet bodi kanan depan L 300 dan menabrak lagi truk fuso Nopol A 9195 X yang sedang terparkir diruas jalan sebelah kiri dan menimpa Meri Yansyah.

“Diduga truk BG 8240 OG mengalami rem blong sehingga menabrak kendaraan di depannya,” pungkasnya.


Like it? Share with your friends!