Kisah Nenek Manusia Silver, di Usianya yang sudah tua Masih Harus Ngamen di Jalanan Sambil Gendong Bayi


INI KISAH NENEK MUMUN UNTUK MENYAMBUNG HIDUP BERSAMA SANG CUCU, REIHAN.
INI KISAH NENEK MUMUN UNTUK MENYAMBUNG HIDUP BERSAMA SANG CUCU, REIHAN. Foto:merdeka.com

Di tengah terik matahari Kota Tangerang, seorang perempuan renta setengah baya nampak mengubah gaya layaknya sebuah patung patung yang terbuat dari logam berwarna perak. Dia terlihat di sudut toko tak jauh dari perempatan jalan.

Pagi hingga siang, ia diam di troroar jalan. Dengan cekatan ia memulai profesinya dengan melumuri wajah dan tubuhnya menggunakan cat silver seharga Rp35 ribu per kaleng. Tak lagi nampak kulit cokelat kehitaman keriput itu.

” Nanti setelah mengamen, cat ini bisa dihilangkan dengan cairan pencuci piring,” ujar Mumun saat berbincang dengan merdeka.com, dikutip Jumat 9 April 2021.

Sudah jalan 4 bulan nenek Mumum bersama cucu lelakinya, Reihan yang berusia 2,5 tahun, mengais rezeki dibawah terik matahari berbalut cat silver.

Menurut pengakuannya, ia sempat menjadi seorang asisten rumah tangga. Namun kini pekerjaan itu sudah tak bisa ia lakukan lantaran tak ada pilihan lain. Profesi barunya harus ia lakoni.

Kedua orang tua Reihan ternyata sudah lama bercerai. Mereka bahkan tidak pernah menengok apalagi memberi nafkah Reihan. Mumun harus menghidupi dirinya dan Reihan bagaimanapun caranya.

Reihan dipeluknya erat. Mumun berdiri mematung di depan para pengendara di perempatan jalan. Terkadang ia berkeliling, membawa kotak kardus berharap ada suara jatuhnya uang receh ke dalam kotak.

Setiap hari, aktivitas yang sama selalu berulang dilakukan. Hingga sore hari tiba, dia mulai menghitung pendapatannya ata – rata Rp50.000 hingga Rp100.000 per hari.

” Yang penting dapat membeli susu buat Reihan dan makan sehari-hari,” tuturnya.

Sehat-sehat terus ya buat nek Mumun dan Reihan. Semoga, dilancarkan terus rezekinya, Amin.


Like it? Share with your friends!